Fahira Idris Bertemu Rizieq di Mekkah, Ade Armando: Jangan-jangan Mau Reuni 212

Jakarta, Sayangi.com – Setelah sekira 3 jam diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait kasus meme joker Anies Baswedan, Ade Armando akhirnya keluar ruang pemeriksaan. Ia mengaku masih bingung, mengapa Fahira Idris melaporkan dirinya.

“Gambar tersebut bukan saya yang merubah, merusak, dan menambahkan. Saya hanya mengambil gambar tersebut dari galeri handphone saya, dan saya tidak mengetahui siapa yang mengirim gambar tersebut,” ujar Ade di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/11).

Menurut Ade, ada kemungkinan laporan Fahira juga atas desakan pihak lain. Apalagi belum lama ini Fahira usai bertemu Habib Rizieq Syihab di Mekkah.

“Fahira baru ketemu Rizieq Shihab di Mekkah ketika sedang melaksanakan ibadah umrah,” terangnya.

Ade menduga, Fahira sengaja bertemu Imam besar FPI tersebut di Mekkah. Terkait apa yang dibicarakan keduanya di Arab Saudi, Ade mengaku tidak dapat memastikan.

“Rizieq Syihab itu musuh saya. Bayangin saja umrah ketemu Rizieq Syihab? Jangan-jangan ingin mengadakan reuni 212,” Ade menduga.

Terkait pernyataan Fahira yang menyebut dirinya kebal hukum, Ade secara tegas membantahnya. Jika ia kebal hukum, untuk apa dirinya memenuhi panggilan penyidik yang akan memeriksa dirinya.

“Kepolisian bersikap profesional, buktinya kemarin laporan saya ditolak oleh kepolisian. Soal kemarin laporan saya tidak diterima oleh kepolisian karena harus melengkapi bukti-bukti terlebih dahulu,” terangnya.

Sebelumnya, anggota DPD RI Fahira Idris melaporkan Ade Armando terkait meme joker Anies Baswedan yang diunggah di media sosial miliknya. Menurutnya, meme tersebut telah mencemarkan nama baik Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Jelas foto yang diunggah di Facebook saudara Ade Armando adalah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diduga dirubah menjadi foto seperti joker. Kemudian ditambah dengan kata-kata atau narasi yang mengarah pada pencemaran nama baik,” ujar Fahira di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/11).

Laporan Fahira diterima dengan nomor LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019. Ade dilaporkan karena diduga melanggar Pasal 32 Ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU No 19/2016 tentang ITE, dengan ancaman penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.