Dugaan Penipuan Bermodus Pura-pura Bantu Panti Asuhan, Korban Merugi Rp 305 Juta

Jakarta, Sayangi.com – Penipuan melalui media sosial kembali terjadi, kali ini menimpa seseorang bernama Lili. Akibat penipuan yang diduga dilakukan oleh seorang berinisial RR ini, korban menderita kerugian hingga lebih dari Rp 300 juta.

Lili menjelaskan, ia dan RR bertemu pada bulan Maret 2018 melalui media sosial Facebook. Awalnya ia tidak menaruh curiga dengan RR karena sikapnya yang baik.

“Dari pertemanan kami di Facebook berlanjut dengan komunikasi via WhatsApp. Kami bertemu beberapa kali, dan kami berteman dekat dan akrab,” ujar Lili di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/11).

Kemudian, lanjut Lili, pada bulan April 2018 RR mengajaknya untuk berbisnis. Mereka sepakat untuk take over PO Wafer Corinthian Celengan untuk dijual kembali.

“Kemudian ada juga bisnis tiket dengan beberapa Koperasi BUMN,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Lili, Dahlia Zein mengatakan, modus yang dilakukan RR dengan mengiming-imingi korban dengan keuntungan yang besar. RR diduga juga berpura-pura ingin membantu yayasan panti asuhan yang dimiliki Lili.

“Alasan dia ingin membantu dan menambah penghasilan Ibu Lili ini untuk membiayai anak-anak yatim di panti asuhan miliknya,” terangnya.

Dahlia memaparkan, pada 25 Juli 2018, kliennya telah tiga kali mentransfer uang ke RR pada Juli 2018. Pertama kali Lili metransfer uang senilai Rp 90 juta, lalu Rp 20 juta dan terakhir Rp 10 juta.

“Total uang senilai Rp 120 juta itu janjinya akan dikembalikan dalam kurun lima hari kerja. RR juga menjanjikan keuntungan hingga Rp 160 juta,” jelasnya.

Kemudian pada 26 Juli 2018, kata Dahlia, Lili kembali mentransfer Rp 100 juta. RR kembali berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam rentang waktu lima hari dan mendapat keuntungan hingga Rp 140 juta.

“Lalu sebulan kemudian, pada tanggal 25 Agustus 2018, Ibu Lili kembali mengirim uang kepada RR sebesar Rp 85 juta dengan perjanjian yang sama juga, dan dengan keuntungan sebesar Rp130 juta,” terangnya.

Sehingga, sambung Dahlia, total kerugian yang dialami Lili senilai Rp 305 juta. Oleh karena itu, ia melaporkan RR ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana pencucian uang.