Tidak Cukup Hanya Dicopot, IPW Minta Kasus Penyelundupan Eks Dirut Garuda Harus Dipolisikan

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. (Foto: Sayangi.com/Fahri).

Jakarta, Sayangi.com – Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Pria yang biasa disapa Ari Askhara itu diduga kuat menyelundupkan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda Bromton.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan, Ari tidak cukup hanya dicopot dari jabatannya. Menurutnya, Polri khususnya Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga harus turun tangan dalam kasus ini.

“IPW mendesak, Polri, khususnya Ditreskrimsus Polda Metro Jaya jangan tutup mata atau tebang pilih dalam menangani kejahatan, terutama yang melibatkan pejabat negara,” ujar Neta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/12).

Selama ini, kata Neta, IPW melihat Direskrimsus agresif memburu dan menangkap para pelaku penyelundupan pakaian bekas dari luar negeri. Contohnya, pada 12 September lalu, Direskrimsus Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka penyelundupan pakaian bekas dari Cina di tiga tempat berbeda, yakni di Pelabuhan Marunda, di Senen, dan Ancol.

“Para tersangka ditangkap dan langsung ditahan karena merugikan negara miliaran rupiah,” terangnya.

Dalam kasus penyelundupan barang mewah seperti yang dilakukan Ari, Neta menilai, Ditreskrimsus Polda Metro masih pasif. Padahal Menteri BUMN sudah memecat Dirut Garuda Ari Askhara yang diduga terlibat dalam penyelundupan, yang melibatkan perusahaan penerbangan yang dipimpinnya tersebut.

“IPW mendesak Direskrimsus Polda Metro Jaya bergerak cepat segera menangkap dan menahan Dirut Garuda Ari Askhara, dan semua yang terlibat dalam aksi penyelundupan tersebut. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengatakan, potensi kerugian negara akibat penyelundupan itu bisa mencapai Rp 1,5 miliar,” tegasnya.

Lebih jauh Neta mengatakan, dalam kasus penyelundupan yang diduga melibatkan Dirut Garuda ini, polisi juga perlu mengusut dengan serius. Sehingga diketahui, apakah penyelundupan itu baru pertama kali dilakukan atau sudah berulang kali terjadi tapi tidak terbongkar.

“Dengan demikian, jajaran kepolisian bisa membongkar jaringan penyelundupan lewat pesawat udara, terutama yang melibatkan oknum pejabat tinggi. Selama ini, aksi penyelundupan lewat udara hanya sekadar isu dan sangat sulit tersentuh, mungkin karena melibatkan orang orang penting,” katanya.

Jika polisi berhasil menuntaskan kasus penyelundupan yang diduga melibatkan Dirut Garuda ini, Neta yakin, publik akan memberi apresiasi pada Polri. Publik akan melihat bahwa jajaran Polri tidak cuma berani menangkap dan menahan para penyelundup pakaian bekas dari luar negeri, yang jumlah kerugian negaranya tidak terlalu besar.

“Tapi masyarakat juga akan melihat dan mengapresiasi Polri karena berani juga menangkap dan menahan penyelundup kelas kakap via udara,” pungkasnya.