Pukul Petugas, Residivis Pengedar Sabu Ditembak Mati Polisi

Jakarta, Sayangi.com – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati seorang pengedar narkoba jenis sabu berinisial S. Diketahui, S bukanlah pemain baru dalam bisnis haram ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pada tahun 2012 S pernah ditahan selama empat tahun dalam kasus serupa. Kemudian pada bulan Mei lalu, ia kembali ditangkap karena mengkonsumsi sabu dan sempat direhabilitasi.

Tidak kapok, usai bebas S justru kembali menjadi pengedar sabu. Lagi-lagi ia ditangkap polisi pada Kamis (5/12) kemarin.

“S ditangkap di kawasan Koja, Rawa Badak Jakarta Utara. Saat penangakapan Polisi menyita 1 ons narkoba jenis sabu siap edar,” ujar Yusri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/12).

Usai ditangkap, kata Yusri, polisi juga turut menggeledah rumah kost tersangka. Dari tempat kost tersangka, polisi turut menyita sejumlah baranh bukti seperti bong dan pipet.

Dari penggeledahan rumah kost milik S, polisi juga menyita barang bukti lainya, yang digunakan untuk mengkonsumsi sabu seperti bong dan pipet

“Tersangka S merupakan residivis narkotika. Ia pernah berurusan dengan polisi tahun 2012, pernah ditahan 4 tahun pengungkapan 1 Kg lebih sabu-sabu,” jelasnya.

Saat dibawa polisi untuk menunjukkan tempat seorang bandar besar dengan julukan Papi, kata Yusri, S sempat melakukan perlawanan. Ia justru melawan dengan cara memukul petugas yang menjaganya.

Terpaksa polisi menembak S di bagian punggung. Sementara sosok pemasok sabu ke S dengan julukan Papi saat ini masih diburu.

“Saat unit 4 narkotika meminta menunjukkan keberadaan Papi, tersangka sempat memukul anggota, kemudiaan mau melarikan diri. Sehingga dengan SOP yang ada memberikan tindakan terukur,” katanya.

S sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatakan perawatan. Namun sayang nyawa S tak tertolong dan meningal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“S sempat dilarikan Rumah Sakit Kramat Jati, di perjalanan meninggal dunia,” tukasnya.