Polisi Sebut 5 Kg Heroin yang Berhasil Disita Dipasarkan untuk Kalangan Atas

Jakarta, Sayangi.com – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati penyelundup heroin berinisial SH. Warga negara Pakistan ini terpaksa ditembak karena mencoba merebut senjata petugas, saat ia diminta menunjukkan lokasi penyimpanan heroin.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani mengatakan, heroin yang dibawa SH merupakan kualitas istimewa. Fanani menyebut pangsa pasar dari barang haram tersebut merupakan kalangan atas.

“Segmen pasar heroin ini adalah kaum menengah ke atas. Ini harganya sangat fantastis sekali dan kalau kalangan menengah ke bawah tidak mungkin bisa membeli ini,” ujar Fanani di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/12).

Fanani menyebut, di Indonesia sendiri pengguna heroin tidak sebanyak sabu dan narkotika lainnya. Biasanya pengguna heroin didominasi kalangan atas.

“Boleh rekan-rekan periksa orang yang memakai heroin itu, rata-rata kelas menengah ke atas,” katanya.

Kendati menyebut harga heroin tersebut sangat fantastis, Fanani belum dapat memastikannya. Pasalnya hingga saat ini pihaknya masih mengkalkulasikan nominal dari 5 Kg sabu yang berhasil disita.

Fanani juga menjelaskan, peredaran heroin kelas 1 ini bukanlah baru di Indonesia. Namun karena persebarannya terbatas, heroin jenis ini jarang ditemukan.

“Ini bukan barang baru sebenarnya, tapi ini adalah permintaan pasar menengah ke atas, yang mana yang satu ini sudah terdeteksi,” terangnya.

Menurut Fanani, kalangan atas di Indonesia biasa selektif dalam mengkonsumsi narkoba. Mereka mayoritas enggan mengkonsumsi sabu, ekstasi atau ganja.

“Orang-orang atas ini yang sudah tidak mau menggunakan bahan seperti itu (sabu), dia gunakan seperti heroin ini,” terangnya.