Coba Rebut Senjata Petugas, Bandar Ekstasi Ditembak Mati

Jakarta, Sayangi.com – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati seorang pengedar narkoba jenis ekstasi, berinisial HR. HR terpaksa ditembak lantaran melawan saat diminta menunjukkan gudang penyimpanan narkoba.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, awalnya pihak kepolisian mendapat informasi jika ada penyalahgunaan narkoba di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Usai mendapat informasi, polisi bergerak dan melakukan pengintaian selama empat hari.

“Tanggal 26 Desember yang lalu kami berhasil menangkap salah satu pelaku di Jalan Angkasa, Kemayoran Gunung Sahari, berinisial HR,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Minggu (29/12).

Dari tangan HR, lanjut Yusri, polisi berhasil menyita sekitar 1.800 butir ekstasi. Ekstasi tersebut terdiri dari dua jenis, yakni yang berwarna hijau dan orange.

“Dua jenis yang satu berwarna hijau ya ini ada sekitar 1.200 butir. Kemudian yang satu berwarna orange dengan WIB sekitar 600 butir sehingga total 1.800 butir,” jelasnya.

Ketika dilakukan interogasi, kata Yusri, HR mengaku masih menyimpan ekstasi di sebuah apartemen di kawasan Kemayoran. Dari lokasi kedua, polisi kembali berhasil menyita ekstasi sebanyak 200 butir.

Setelah itu, HR kembali menyebut satu nama yang diakuinya sebagai bandar besar. Saat diminta menunjukkan di mana lokasi bandar besar tersebut berada, HR melakukan perlawanan.

“Dalam perjalanan rupanya HR ini coba melakukan perlawanan terhadap petugas dengan mencoba merebut senjata dari para petugas. Sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur pada saat itu,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, DPO tersebut meletakkan ekstasi di dalam kotak mainan. Setelah itu, HR akan mengambilnya dan mengedarkan ekstasi tersebut saat tahun baru.

“Saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Kramat Jati, yang bersangkutan meninggal dunia. Tetapi kita sudah mengantongi DPO-nya, namanya masih dalam pengembangan terus oleh tim,” kata Yusri.

Di tempat yang sama, Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Sapta Marpaung mengatakan, pihaknya terus mengintensifkan pengawasan di pintu masuk Jakarta. Apalagi biasanya menjelang tahun baru, peredaran narkoba mengalami peningkatan.

“Jadi memang kekuatan penuh akan kita kerahkan untuk mencegah barang-barang tersebut masuk ke Jakarta,” kata Sapta.