Beraksi Sejak 2018, Polisi Tembak Tiga Pelaku Pencurian Gudang Gula

Jakarta, Sayangi.com – Satreskrim Polres Jakarta Barat menangkap empat pelaku pencurian gudang gula, berinisial RS alias RA, MO alias YO, FA alias PL, BN alias BE. Selain itu, polisi juga menangkap seorang penadah berinisial FL.

Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Steven Tamuntuan mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari korban yang berinisial XH (50). Korban mengaku heran lantaran barang di gudang miliknya sering hilang.

“Sehingga korban secara diam-diam memasang CCTV, untuk mengetahui aksi pelaku pencurian digudangnya,” ujar Steven di Mapolres Metro Jakarta Barat, Minggu (29/12).

Dari rekaman CCTV tersebut, lanjut Steven, diketahui adanya pencurian yang dilakukan oleh keempat pelaku. Dari 4 pelaku, di mana 2 orang pelaku karyawan korban, satu pelaku mantan karyawan dan seorang pelaku lainnya merupakan teman dari pelaku lainnya.

“Lalu pada tanggal 23 Desember 2019, tim anggota opsnal Jatanras Jakbar melakukan penangkapan terhadap RS alias RA, MO alias YO dan BN alias BE di Jalan Cengkeh Dalam, Tamansari, Jakarta Barat,” katanya.

Kemudian tim melakukan pengembangan mencari eksekutor pencuri lainnya dan menangkap tersangka FA alias PL di Jalan Pasar Pisang, Tamansari, Jakarta Barat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menambahkan setelah ditangkap 4 tersangka pelaku pencurian gudang gula.

“Kemudian dilakukan pengembangan, kepada siapa barang curian dijual. Tim melakukan penelusuran dan menagkap FL selaku penadah di Jalan Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara,” ujarnya.

Dari lima pelaku, lanjut Arsya, tiga diantaranya sempat melawan saat akan diamankan. Terpaksa petugas di lapangan melakukan tindakan tegas terukur.

“Tiga pelaku yang melakukan perlawanan terhadap petugas RS alias RA, MO alias YO dan BN alias BE. Petugas akhirnya terpaksa menembak kaki mereka,” katanya.

Lebih lanjut Arsya menjelaskan, para pelaku diketahui telah melakukan pencurian sebanyak 13 kali, sejak 2018. Akibat aksi yang dilakukan para pelaku, korban mengalami kerugian lebih Rp 1 miliar.

“Karena perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya.