Trump Sebut Keanggotaan NATO Sebaiknya Diperluas Hingga Timur Tengah

Presiden Donald Trump ingin membagi dua wilayah Yerusalem. Foto Investing.
Presiden Donald Trump ingin membagi dua wilayah Yerusalem. Foto Investing.

Washington,Sayangi.com- Presiden AS Donald Trump mengatakan ia mendukung perluasan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Trump ingin dengan memasukkan negara-negara Timur Tengah ke dalam anggota NATO, karena Amerika Serikat (AS) berupaya membatasi jejak pasukannya secara global.

Kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/1/2020),Trump menyatakan Saya pikir NATO harus diperluas dan kita harus memasukkan Timur Tengah, mutlak,”

Sebelumnya mantan pengusaha properti ini mengusulkan peningkatan keterlibatan NATO di Timur Tengah saat Trump membahas serangan Iran terhadap pasukan AS di Irak. Serangan itu sebagai aksi balasan atas serangan drone AS yang menewaskan seorang komandan militer Iran, Qassem Soleimani. Sosok Qassem Soleimani telah memainkan peran utama dalam perang melawan militan Negara Islam (IS dahulu ISIS) di wilayah tersebut.

Trump menyebutkan Negara Islam menghadirkan masalah internasional yang harus dibantu oleh negara lain.

“Kami bisa pulang, sebagian besar pulang ke rumah dan menggunakan NATO,” ujar Trump. Diapun menambahkan”Kami menangkap ISIS, kami melakukan bantuan besar bagi Eropa.

Trump bahkan dengan bercanda menyarankan nama baru untuk aliansi tersebut: “NATOME” kependekan dari NATO-Timur Tengah. Nama yang sangat indah – NATOME,” ujar Trump dengan mengucapkan “Bukan, TOE-me,”.

Trump sendiri telah menjadi kritikus NATO. Dia menuntut agar Eropa membayar lebih untuk pertahanan kolektifnya dan membuat konsesi bagi kepentingan AS dalam perdagangan.

Orang no 1 AS ini juga mengatakan ingin melihat lebih banyak pasukan NATO di Timur Tengah karena ada masalah dalam lingkup internasional. Ia mengatakan telah berbicara tentang peran NATO pada hari Rabu (8/1/20) kemarin selama pembicaraan lewat telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

“Saya pikir dia benar-benar bersemangat tentang hal itu. Saya sebenarnya punya nama. NATO, benar, dan kemudian ditambahkan ME, Timur Tengah. Semua orang akan menyebutnya NATOME,” urai Trump.

Pihak Gedung Putih pada gilirannya menjelaskan bahwa Trump menekankan nilai NATO. Bagi Trump NATO akan meningkat seiring perannya dalam mencegah konflik dan menjaga perdamaian di Timur Tengah. Hal ini diungkapkan kepada Stoltenberg.

Sementara Duta Besar AS untuk NATO, Kay Bailey Hutchison, mengatakan bahwa perjuangan melawan ISIS penting bagi AS dan sekutu NATO-nya.

Kepada saluran CNBC, Dubes Hutchison menyebutkan “Saya pikir apa yang dicari presiden adalah lebih banyak sekutu kami yang bekerja dengan kami di Irak. Dan itu adalah sesuatu yang harus didiskusikan Dewan NATO dan kami memutuskan bahwa kami akan berbuat lebih banyak”,ujar Hutchison.

sumber:  politico.eu