Hariman di Turnamen Catur Malari: Masuknya Prabowo ke Kabinet Berkah Demokrasi

Tokoh Malari Hariman Siregar saat membuka turnamen catur antar aktivis di Resto Pempekita Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Jakarta, Sayangi.com – Puluhan aktivis lintas generasi dan lintas organisasi bertanding catur di Resto Pempekita Durentiga Jakarta Selatan, Minggu (12/1/2020). Pertandingan catur diadakan dalam rangka memperingati 46 Tahun Malari (Malapetaka 15 Januari 1974).

Pertandingan ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dibuka oleh tokoh Malari Hariman Siregar. Beberapa aktivis senior yang hadir dan mengikuti pertandingan antara lain Bursah Zarnubi yang sekaligus tuan rumah kejuaraan ini, mantan anggota DPR Ariady Ahmad, mantan anggota DPR Hatta Taliwang, mantan Juru Bicara Kepresidenan era Gus Dur Adhiei Massardi, jurnalis Teguh Santoso, aktivis aliansi muslim profesional (Ampro) Syarief Shebubakar, dan beberapa aktivis dari kalangan generasi milenial.

Dalam sambutannya, Hariman Siregar menyoroti kondisi konsolidasi demokrasi di Indonesia yang kian matang. Sejak masa reformasi 20 tahun terakhir, dari sisi pergantian rizim, Indonesia dinilai Hariman sangat hebat karena tidak pernah ada konflik besar akibat perbedaan preferensi politik. Bahkan dia mengapresiasi keputusan Prabowo yang merupakan lawan tanding Jokowi pada Pilpres 2019 namun kemudian masuk dalam struktur kabinet Pemerintahan Jokowi.

“Ini berkah bagi demokrasi kita. Kalau tidak begitu mungkin kita sudah kacau balau akhir akhir ini,” kata hariman .

Meski demikian, Hariman memberi catatan terhadap praktik politik tak sehat yang disebut competitive authoritarianism, yaitu tindakan otoriter yang dilakukan sebuah rezim melalui lembaga demokrasi terhadap lawan politik.

“Kalau lawan politik diperiksa, kalau teman dibiarkan. Praktik seperti ini tidak hanya terjadi di kita, tapi juga di banyak negara termasuk Amerika,” kata Hariman.

Selanjutnya Hariman menekankan, jika demokrasi Indonesia ingin berkualitas maka ada empat hal yang mesti diwujudkan secara sungguh-sungguh, yaitu kepatuhan kepada hukum (rule of law), penguatan civil society, Pers yang bebas, dan Partai Politik yang sehat.

Turnamen catur kali ini digelar lebih khidmat dari biasanya karena sekaligus mengenang mendiang Agus Lenon, pecatur aktivis yang dua hari lalu meninggal dunia.
Turnamen diikuti 30 perserta non master dari kalangan aktivis. Pertandingan menggunakan sistem Swiss 5 babak di mana per babak menghabiskan waktu 20 menit dengan melibatkan wasit berstandar internasional dari PB Percasi.

Berikut adalah nama-nama juara 10 besar:

1. Abu Yazid Bustomi
2. Bambang Budiono
3. Jemek Wibowo Arif
4. Gede Siriana Yusuf
5. Sulasmo Sakuri
6. M Hatta Taliwang
7. Ali Mahyail
8. Agus Jabo Priyono
9. Syafti Ucok Hidayat
10. Syarief Shebubakar

Pemenang tiga besar Turnamen Catur Aktivis berfoto bersama dengan Hariman Siregar dan Bursah Zarnubi.