Paksa Anak di Bawah Umur Jadi Penjaja Seks di Kafe, Enam Orang Ditangkap

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka kasus eksploitasi anak di bawah umur. Tersangka berinisial R, A, T, E dan D berhasil diamankan pada Senin (13/1) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, modus yang digunakan para pelaku ialah dengan memaksa korban melayani pria hidung belang. Perbuatan biadab tersebut dilakukan di sebuah kafe di kawasan Rawa Bebek,Penjaringan, Jakarta Utara.

Para anak di bawah umur tersebut dipaksa oleh para pelaku untuk melayani pria hidung belang di sebuah kafe yang berada di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Mereka semua ini yang mengeksploitasi anak di bawah umur. Sejauh ini sudah ada 10 korban eksploitasi anak di bawah umur yang berhasil kita selamatkan,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/1).

Para korban, kata Yusri, saat ini telah diserahkan ke pihak Kementerian Sosial (Kemensos), untuk menjalani rehabilitasi baik dari sisi psikososial maupun psikologis. Kasus ini juga masih didalami, karena dikhawatirkan ada korban lain yang belum terungkap.

“Karena ini sudah hal yang memang bukan hal kecil lagi. Bagaimana para pelaku ini mengeksploitasi, menjual anak-anak di bawah umur untuk kebutuhan seks para hidung belang,” tegasnya.

Yusri menjelaskan, korban dipaksa melayani nafsu para pria hidung belang di kafe tersebut. Para tersangka diketahui memilki tugas masing-masing.

Tersangka R sebagai pemilik kafe, sedangkan Mami A bertugas memaksa korban melayani pria hidung belang. Sementara D dan T bertugas mencari wanita di bawah umur yang nantinya akan dijual di kafe tersebut.

“Keduanya yang mencari anak-anak di bawah umur untuk kemudian dijual kepada mami-mami di sini. Mereka berdua menjual anak-anak ini seharga Rp 750 ribu hingga Rp 1.5 juta,” terangnya.

Lebih jauh Yusri menjelaskan, pihaknya juga mengamankan orang kepercayaan A, yang berinisial E. E bekerja sebagai petugas kebersihan di kafe tersebut.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dikenakan pasal berlapis oleh pihak kepolisian. Pertama UU RI Nomor 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak, lalu Pasal 269 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

“Harapan kita para tersangka ini akan dihukum yang seberat-beratnya,” kata Yusri.