Sidang Pemakzulan Presiden Donald Trump Telah Dimulai

Presiden A.S. Donald Trump . Foto Reuters
Presiden A.S. Donald Trump . Foto Reuters

Washington,Sayangi.com- Pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dimulai dengan persidangan yang serius. Sidang telah digelar pada Selasa (21/1) waktu setempat atau Rabu (22/1) dini hari WIB di Senat AS.

Partai Demokrat menyerukan pengunduran diri Trump dari jabatan dan Partai Republik bertekad membebaskan presiden AS itu dari segala tuduhan.

Empat bulan setelah skandal Ukraina meledak dan terus membayangi akhir masa jabatan Trump, 100 anggota Senat berkumpul pada pukul 13.00 waktu setempat. Ketua Pengadilan John Roberts yang memimpin persidangan pemakzulan tersebut.

Tugas anggota parlemen ini, yang dilantik pada pekan lalu sebagai anggota juri, adalah memutuskan apakah Trump menyalahgunakan jabatannya. Anggota juri juga akan menyelidiki apakah Trump  menghalangi Kongres sebagaimana dituntut dalam dua pasal pemakzulan yang disetujui bulan lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Para senator menyatakan Trump mencoba menekan Ukraina agar ikut campur dalam pemilihan AS 2020 untuk membantunya menang. Presiden AS Trump juga mencoba menggagalkan penyelidikan kongres atas tindakannya.

Ini akan menjadi yang ketiga kalinya seorang presiden menjalani persidangan pemakzulan, setelah Andrew Johnson pada 1868 dan Bill Clinton pada 1999.

Bagian dari skandal berpusat pada panggilan telepon pada 25 Juli tahun lalu, saat Trump menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dalam telepon tersebut Trump menekan Zelensky  untuk melakukan penyelidikan terhadap mantan Wakil Presiden Joe Biden. Tokoh Partai Demokrat Joe Biden adalah lawan potensial Trump dalam Pemilihan Presiden AS, November mendatang.

Partai Demokrat, yang menguasai DPR dan memimpin penyelidikan, menuduh Trump memanipulasi Ukraina. Dilaporkan Trump berusaha menahan hampir US$400 juta dalam bantuan militer untuk perangnya melawan separatis yang didukung Rusia.

Agenda pertama persidangan pada Selasa (21/1) waktu setempat adalah menetapkan aturan. Penetapan tersebut diantaranya adalah seperti berapa lama mereka akan mendengar argumen dari manajer DPR, atau jaksa; berapa lama mereka akan mendengar pembelaan; waktu yang diberikan untuk pertanyaan, diajukan oleh para senator tetapi dibaca oleh Roberts. Dan apakah para Juri  akan memanggil saksi atau mencari bukti lain?.

Kubu senator Demokrat ingin para pejabat administrasi Trump penting untuk bersaksi, seperti penjabat kepala staf Mick Mulvaney dan mantan penasihat keamanan nasional John Bolton. Senator Demokrat  berkeyakinan bahwa pejabat tersebut tahu banyak tentang transaksi Trump dengan Ukraina.

Dan lawan politik Trump, Bolton mengatakan dia bersedia bersaksi jika dipanggil. Gedung Putih memperkirakan persidangan akan berakhir dalam dua minggu.

sumber:AFP