Presiden Macron Usir Petugas Keamanan Gereja Yerusalem

Presiden Macron usir petugas keamanan Israel di gereja Yerusalem. Foto Ynetnews
Presiden Macron usir petugas keamanan Israel di gereja Yerusalem. Foto Ynetnews

Paris,Sayangi.com- Saat kunjungsn ke Yerusalem Presiden Prancis Emmanuel Macron mengalami perselisihan dengan petugas keamanan Israel pada Rabu (22/1) waktu setempat.Pergi keluar,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam bahasa Inggris kepada petugas tersebut.Macron meminta petugas keamanan Israel itu meninggalkan basilika Yerusalem yang dia kunjungi sebelum konferensi mengenang Holocaust.

Para diplomat Prancis telah memperingatkan petugas keamanan Israel. Para diplomat Prancis ingin mendapat sedikit ruang selama perjalanan Macron. Sebelumnya, pertengkaran berbeda terjadi saat polisi Israel berupaya masuk St Anne sebelum kunjungan Macron.

Bendera Prancis berkibar di Gereja St Anne di dinding Kota Tua Yerusalem sejak diberikan oleh Kekaisaran Ottoman pada Kaisar Prancis Napoleon III pada 1856.Macron, 42 tahun mengunjungi St Anne sebagai kunjungan simbolis menegaskan pengaruh historis Paris di wilayah itu.

Sebelumnya, Macron berjalan-jalan di Kota Tua, berbincang dengan para pedagang dan singgah di Gereja Makam Suci. Dia juga mengunjungi Suaka Mulia Muslim di Yerusalem yang didalamnya ada masjid Al Aqsa, lokasi yang oleh Yahudi disebut Temple Mount dan Dinding Barat agama Yahudi.

Insiden yang terjadi pada Rabu (22/1) itu merupakan kasus deja vu sekali lagi. Sebelumnya pada tahun 1996, mantan Presiden Prancis Jacques Chirac kehilangan kesabaran pada agen keamanan Israel di gereja yang sama. Chirac mengatakan perlakuan keamanan Israel merupakan “provokasi”. Saat itu bahkan Chirac sempat mengancam kembali ke pesawatnya. Chirac menolak masuk Gereja St Anne hingga aparat keamanan Israel meninggalkan lokasi itu.

Video menunjukkan Macron berdesakan di tengah lingkaran orang antara petugas keamanan pribadinya dan personil keamanan Israel, termasuk beberapa polisi paramiliter berseragam, di bawah gapura menuju gereja itu.

Macron kemudian berhenti mendorong dan berteriak pada penjaga keamanan Israel dalam bahasa Inggris, “Saya tidak suka apa yang kamu lakukan di depan saya.”Macron menganggap itu sebagai provokasi saat polisi Israel masuk kompleks batu pasir gereja itu, sebagai bagian dari Yerusalem. Wilayah ini telah dicaplok secara ilegal oleh Israel sejak 1967 saat terjadi perang Timur Tengah.

Memelankan suaranya, Macron kemudian berkata, “Pergi keluar. Maaf, Anda tahu aturannya. Tak seorang pun harus memprovokasi orang lain. Ditanya tentang insiden itu, juru bicara kepolisian Israel menolak berkomentar.

sumber: Guardian