Pertemuan Davos Dibayangi Kesenjangan Ekonomi di Seluruh Dunia

Foto EURACTIV
Foto EURACTIV

Davos,Sayangi.com- Para pemimpin dunia bertemu dengan para eksekutif miliarder di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pekan ini. Sebaliknya  puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan di berbagai  kota-kota di seluruh dunia, termasuk di Nairobi, New Delhi, Manila dan London. Ribuan orang turun ke jalan menjelang Forum Ekonomi Dunia itu.

Para demontran tersebut menuntut diambilnya tindakan untuk mengatasi semakin meningkatnya ketidaksetaraan. Tuntutan para demontran dibarengi laporan terbaru dari Oxfam menyoroti skala masalah tersebut, di mana sebagian besar kekayaan dunia terpusat di tangan beberapa ribu orang super kaya dunia. Laporan terbaru Oxfam mengatakan saat ini ada sekitar 2.100 miliarder di dunia, di mana para miliarder itu memiliki kekayaan yang setara dengan 4,6 miliar orang paling miskin di dunia.

Dalam kajian tersebut Oxfam memperingatkan bahwa kesenjangan antara kelompok yang kaya dan miskin semakin melebar. Laporan Oxfam tersebut menyebutkan  setengah populasi dunia kini hidup dalam kemiskinan.

Namun penyelenggara pertemuan di Davos bersikeras forum itu adalah tempat yang ideal untuk menemukan solusi masalah-masalah global, dari ketidaksetaraan hingga perubahan iklim. Pendiri Forum Ekonomi Dunia Klaus Schwab bersikeras bahwa pertemuan tahunan di Davos itu bukan sekedar pesta para miliarder.

“Ini adalah tempat di mana Anda dapat benar-benar bicara pada para pemimpin dunia, pebisnis dan sebagainya. Anda menemukan telinga yang terbuka dan baik untuk mendengar dan bertindak bersama-sama dengan Anda,” ujar Schwab.

Fokus pertemuan tahun ini adalah soal darurat iklim, dan aktivis perubahan iklim Greta Thunberg menjadi pembicara utama. Davos melakukan yang terbaik untuk menghilangkan citra sebagai tempat persembunyian kelompok super kaya. Sebagian besar pengamat mengatakan masih banyak yang harus diupayakan untuk menghilangkan kesan itu.

Kota Davos telah sejak lama menjadi acara tahunan bagi kelompok elit terkaya di dunia. Forum Ekonomi Dunia yang diselenggarakan setiap tahun juga semakin tidak disukai oleh pihak-pihak yang mengklaim bahwa ketidaksetaraan global telah di luar kendali.Para pemimpin bisnis di Davos mengatakan mereka menyadari akan meningkatnya rasa frustrasi global.

sumber: Reuters