IPW Minta Agus Rahardjo Dapat Bersihkan Polri dari Korupsi dan Pungli

Ketua Presidium IPW Neta S Pane

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengangkat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai penasihat ahli Kapolri. Penunjukkan Agus tercantum dalam Keputusan Kapolri Nomor: Kep/117/I/2020 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari, dan Pengangkatan Salam Jabatan Penasihat Ahli Kapolri, tertanggal 21 Januari 2020.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku pihaknya mengapresiasi hal tersebut. Keberadaan Agus diharapkan bisa membuat Polri membersihkan dirinya dari aksi korupsi, pungli, mafia kasus, mafia jabatan maupun mafia proyek.

“Selain itu Agus diharapkan dapat membuka akses KPK untuk melakukan OTT terhadap para jenderal maupun perwira Polri yang korup,” ujar Neta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1).

Selain Agus, ada 16 orang lagi yang ditunjuk sebagai penasihat ahli Kapolri. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan, terlebih lagi masa bakti Idham sebagai Kapolri hanya tinggal sekitar satu tahun lagi.

“Yang jadi pertanyaan, dalam masa tugas yang tinggal setahun lagi, sejauh mana 17 penasehat ahli itu bisa bekerja efektif membantu Idham?,” tanya Neta.

Apalagi, sambungnya, selama ini keberadaan penasehat ahli di lingkungan Kapolri lebih banyak sebagai pajangan. Sebab di internal Polri sendiri sebenarnya sudah cukup banyak staf ahli Kapolri, yang terdiri dari jenderal bintang satu dan dua.

“Sehingga keberadaan 17 penasihat ahli Kapolri itu bisa membuat tumpang tindihnya kinerja di polri. Terutama dengan staf Kapolri yang berpangkat jenderal bintang tiga, dua dan satu,” katanya.

Menurut Neta, banyaknya penasihat ahli Kapolri juga dinilai membuat organisasi Polri menjadi obesitas, ketimbang membuat organisasi yang ramping, efisien dan efektif. Akibatnya semangat Polri ini terlihat tidak sejalan dengan semangat presiden Jokowi yang selalu mengatakan akan menghapus sejumlah posisi eselon, agar pemerintahan efisien dan efektif.

Namun yang menarik dari keberadaan penasehat ahli Kapolri itu adalah masuknya Agus Rahardjo menjadi penasehat ahli Kapolri bidang pemberantasan korupsi. Dengan masuknya Agus, IPW berharap mantan pimpinan KPK itu bisa mendorong dituntaskannya belasan kasus korupsi besar yang mandek hingga saat ini di Bareskrim, seperti kasus kondensat, kasus yayasan Pertamina, dan kasus Pelindo 2.

“Selain itu, Agus juga harus bisa mendorong terjadinya sinergi Polri dan KPK untuk membersihkan institusi kepolisian dari perwira yang korup dan suka pungli. Yang tak kalah penting sebagai penasehat ahli Kapolri, Agus harus mendorong dan membuka kpk untuk melakukan OTT terhadap jenderal atau perwira Polri,” tegasnya.