Wanita Emas Terjun Langsung Pastikan Pembangunan Tol Semarang-Demak Berjalan Lancar

Jakarta, Sayangi.com – Selain sibuk di politik, Hasnaeni juga terjun di ranah bisnis. Bahkan diketahui perusahaan miliknya, PT Misi Mulia Metrical (M3) menjadi salah satu pihak yang memegang konsesi perusahaan Jalan Tol Semarang-Demak, PP Semarang-Demak.

PP Semarang-Demak adalah perusahaan dari tiga konsorsium yakni pihak swasta PT M3, PT PP Perumahan Semarang-Demak, dan PT Wijaya Karya (Persero). Proyek jalan tol ini menghabiskan total dana investasi mencapai Rp 5,6 triliun.

“Saya hari ini mengunjungi proyek Jalan Tol Semarang-Demak. Kunjungan dilakukan untuk mengecek dan memastikan pembangunan,” ujar Direktur Utama PT M3, Hasnaeni, Jumat (24/1).

Wanita yang dijuluki “Wanita Emas” ini berkunjung ke salah satu titik yang menjadi lokasi pengerjaan jalan tol, tepatnya di daerah Wonosalam, Demak, Jawa Tengah. Wilayah tersebut merupakan tempat di mana Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II, ruas Sayung-Demak.

“Pekerjaan jalan tol Semarang-Demak seksi II dikerjakan mulai hari ini,” katanya.

Hasnaeni berharap, pengerjaan ruas jalan tol sepanjang kurang-lebih 17 km ini berjalan lancar. Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021.

“Dalam sejarah jalan tol, baru kali ini swasta dilibatkan. Ini satu yang sangat luar biasa dalam sejarah jalan tol,” ungkap Hasnaeni beberapa waktu lalu.

Adapun untuk Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I ruas Semarang-Sayung, nantinya terdapat jalan melayang di atas laut sepanjang 8 km dengan tinggi 5 meter. Ruas jalan sepanjang 10,69 km itu, investasinya total menghabiskan dana Rp 9 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Semarang-Demak, Handoko Yudianto mengakui, ada sejumlah kendala dalam pengerjaan pembangunan jalan tol tersebar. Salah satunya karena masih terkendala pembebasan lahan.

“Saat ini yang kita kerjakan Seksi II dulu dan telah berjalan, sedangkan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I ruas Semarang-Sayung yang bakal memiliki desain tanggul laut masih terkendala pembebasan lahan,” kata Handoko.

Lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, pengerjaan seksi I segera dilakukan. Ia mengaku telah melapor kepada Kementerian ATR/BPN, terkait status tanah serta pembebasan lahan. Dirinya ingin ada win-win solution dalam permasalahan ini.

Selain jalan tol layang di atas laut bisa menjadi tanggul, Ganjar berharap hadirnya infrastruktur penunjang di Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I, yang semakin melengkapi kawasan tersebut.

“Ekoturisme, kawasan industri kreatif, perumahan dan kolam retensi yang semuanya memiliki konsep go green. Haram hukumnya mengambil air tanah, energi memakai yang terbarukan, kalau bisa ini akan jadi kawasan yang luar biasa,” katanya.