Trump Dan Bloomberg Saling Mencela

MIchael Blomberg (gambar kiri) kandidat presiden AS dari partai Demokrat. Foto New York Post
MIchael Blomberg (gambar kiri) kandidat presiden AS dari partai Demokrat. Foto New York Post

Washington,Sayangi.com- Saat ini Donald Trump dan milyuner AS Michael Bloomberg memburu kursi yang sama yang dijabat Trump. Bloomberg mengikuti kontestasi pencalonan presiden dari Partai Demokrat dengan alasan tidak adanya calon terkuat dari partai ini.

Akhir  pekan lalu Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) telah menghapus peraturan ambang batas donasi akar rumput. Hal ini membukakan pintu bagi Bloomberg untuk berpartisipasi dalam debat 19 Februari mendatang di Nevada.

Tak lama kemudia presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Mike Bloomberg saling lempar celaan. Hal ini menunjukkan Bloomberg tidak segan untuk menanggapi serangan langsung Trump yang terkenal melecehkan lawan-lawan politiknya.

Kepada jurnalis Sean Hannity di Fox News, Trump mengatakan Bloomberg meminta kotak untuk membuatnya lebih tinggi dalam debat calon presiden Partai Demokrat. Tinggi Bloomberg 171 sentimeter sementara Trump 188 sentimeter.

Trump juga sering menggunakan nama-nama hinaan untuk menyebutkan lawan politiknya. Ia menyebut Bloomberg sebagai ‘mini Mike’. Tim kampanye Bloomberg membantah calon mereka meminta kotak pendukung seperti yang dituduhkan Trump. Tak tinggal diam Tim kampaye Bloomberg langsung menyerang kepribadian dan penampilan Trump.

Kekayaan Bloomberg membuat Trump tak ada apa-apanya dan menjadi faktor yang membuat Trump sejak lama tidak nyaman menghadapi mantan wali kota itu, kata dua orang kepercayaan Trump  enggan namanya disebut.

Belum lama ini pernyataan Trump di stasiun televisi Fox News dan serangkaian cicitan di Twitter menunjukkan ia melihat miliuner dan mantan walikota New York itu sebagai lawan yang cukup tangguh. Betapa tidak nama Bloomberg cukup populer di kalangan pemilih Partai Demokrat.

Dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos pada Kamis (30/1) lalu, Bloomberg berada di peringkat ketiga di antara pemilih terdaftar Partai Demokrat dalam pemilihan presiden 2020. Posisi tersebut ia raih  setelah timnya  menghabiskan jutaan dolar AS untuk iklan.

Bloomberg memang datang terlambat dalam persaingan calon presiden dari Partai Demokrat. Ia berjanji tidak akan mengambil donasi apapun untuk kampanyenya dan menggunakan kekayaannya yang diperkirakan senilai 6 miliar dolar AS untuk mengalahkan Trump.

“Presiden berbohong, Trump seorang pembohong patologis yang berbohong pada semua hal. Rambut palsunya, obesitasnya, dan semprotan rambutnya,” ujar juru bicara Bloomberg, Julie Wood.

Trump juga telah menuduh DNC melonggarkan peraturan hanya agar Bloomberg dapat berpartisipasi dalam debat. “Saya pikir tidak adil bagi Demokrat, tapi saya akan senang melawan Bloomberg, saya menyukainya,” kata Trump.

Diam-diam beberapa penasihat Trump mengatakan timnya khawatir Bloomberg benar benar  menjadi kandidat Partai Demokrat. Karena ia mampu menghabiskan uang di atas satu miliar dolar lebih untuk berkampanye.

sumber: Berbagai Sumber