Kosovo : Albin Kurti Terpilih Sebagai Perdana Menteri

Albin Kurtin terpilih sebagai Perdana Menteri Kosovo. Foto Veriu
Albin Kurtin terpilih sebagai Perdana Menteri Kosovo. Foto Veriu

Pristina,Sayangi.com– Parlemen Kosovo telah menyetujui pemerintah baru. Kebijakan tersebut diputuskan setelah parlemen melakukan perundingan koalisi selama beberapa minggu.

Pada Oktober tahun lalu, Kosovo menggelar pemilihan umum lebih awal daripada yang dijadwalkan. Setelah Ramush Haradinaj mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri karena dipanggil untuk diinterogasi oleh pengadilan kejahatan perang yang didanai Uni Eropa.

Usia pemilihan umum dini diadakan perundingan antarkoalisi. Sayap kiri Partai Vetevendosje yang mengusung Kurti berhasil meraih kesepakatan dengan moderat-kanan Democratic League of Kosovo. Koalisi dua partai untuk membentuk pemerintahan.

Dalam Pemilu yang dipercepat, Albin Kurti yang terpilih sebagai Perdana Menteri Baru. Kurti meraih 66 suara dari 120 kursi di dewan perwakilan. Setelah dilantik Kurti berjanji bahwa pemerintahannya akan mengambil sikap yang lebih tegas dalam negosiasi dengan Serbia.

Di hadapan parlemen Kurti berjanji bahwa pemerintahannya akan mengambil sikap yang lebih tegas dalam negosiasi dengan Serbia. Salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintah Kosovo adalah bernegosiasi dengan Serbia. Serbia kehilangan kekuasaan atas Kosovo setelah pengeboman NATO 1999 yang memukul mundur pasukan Serbia.

Sebagai PM Kurti juga berjanji untuk memerangi korupsi dan nepotisme. Korupsi dan nepotisme yang menurut pelaku bisnis asing menjadi halangan utama berinvestasi di Kosovo.

Negara Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008 dari Serbia.Tapi Beograd tidak mengakunya dan kedua belah pihak hingga kini belum menormalisasi hubungan.Pembicaraan Kosovo dan Serbia yang didukung Uni Eropa terhenti pada November 2018.

Langkah tersebut terhenti setelah Kosovo memberlakukan pajak 100 persen pada barang-barang produksi Serbia. Dalam kampanyenya, Kurti mengatakan akan mencabut tarif tersebut namun ia bakal memperkenalkan langkah lainnya.

Kami akan memiliki perdagangan, politik dan ekonomi yang resiprokal dengan Serbia. Saya siap memimpin pembicaraan dengan Serbia,” kata Kurti kepada parlemen, Rabu (4/2).

Ia mengatakan pemerintahannya akan menggugat Serbia ke Mahkamah Internasional atas kejahatan mereka dalam perang 1998 dan 1999.

PM Kurti mengatakan ia berniat memperkenalkan wajib militer selama tiga bulan dan berjanji memerangi korupsi.Tidak ada individu atau perusahaan yang lebih kuat dari negara,”ujar Kurti.

sumber: Radio Free Europe