Hoaks Dan Ketidakjelasan Informasi Picu Sikap Anti-China

Ilustrasi: Virus Corona

Jakarta,Sayangi.com- Mewabahnya virus corona di dunia ikut meningkatkan sentimen anti-China di sejumlah negara, tidak terkecuali di Indonesia.Pengamat menyatakan sentimen anti-China terkait virus corona meningkat dikarenakan merajalelanya berita hoaks di media sosial.

Di Perancis, warga keturunan Tionghoa sempat marah saat membaca surat kabar lokal “Le Courier Picard”. Surat kabar tersebut memajang berita utama Alerte Jaune (waspada kuning) dan Le Peril Jaune (bahaya kuning). Berita tersebut dilengkapi foto perempuan Tionghoa memakai masker pelindung.

Sementara dari Denmark dikabarkan sebuah surat kabar juga memasang foto bendera China yang berwarna merah. Namun surat kabar ini mengganti bintang di ujung kiri dengan bentuk virus corona yang juga seperti bintang. Sedangkan di Kanada, muncul serangan daring terhadap restoran China di negara itu.

Dari Indonesia, di wilayah Sumatera Barat demonstrasi terjadi di hotel yang dihuni ratusan wisatawan China, yang berkunjung bumi ranah minang itu. Dalam demontrasi tersebut Warga lokalĀ  juga mendesak agar pemerintah daerah agar tidak lagi menerima wisatawan asal Tiongkok hingga wabah virus corona dinyatakan tidak ada lagi.

Demonstrasi serupa juga terjadi di Kepulauan Riau. Sejak kabar bahwa pemerintah akan menjadikan kepulauan itu sebagai lokasi karantina dan observasi WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China, warga langsung berunjuk rasa. Warga didaerah ini bahkan sempat menghentikan aktivitas pendidikan dan perekonomian karena khawatir terpapar virus mematikan itu.

Informasi tidak benar atau hoaks terkait virus corona ini juga beredar luas melalui pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp. Salah satunya pesan yang seolah-olah berasal dari lingkungan KBRI Kuala Lumpur bahwa ada pekerja pabrik di China yang terkena virus corona. Hal ini membuat produk yang mereka buat juga terinfeksi virus. Pesan yang dipastikan hoaks itu menyerukan warga memboikot produk buatan China.

sumber: VOA news