Korban Terus Berjatuhan,China Mulai Kelelahan Tangani Corona

Rumah Sakit Huoshenshan atau Gunung Dewa Api di Wuhan, China, yang dibangun pada 23 Januari 2020 untuk merawat pasien terinveksi virus Corona.

Beijing,Sayangi.com- Pemerintah China tampak mulai kewalahan dalam menangani virus corona. Kepercayaan Badan Kesehatan Dunia (WHO) kepada Pemerintah China yang diyakini bisa mengatasi virus corona pun mulai memudar.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memimpin penyelidikan wabah virus corona. Tedros akan memimpin para pakar dari Pusat Kontrol Penyakit (CDC) Amerika Serikat guna menyelidiki wabah virus corona. “Kita berharap demikian (penyelidikan bersama-sama),” kata Tedros.

Dilaporkan virus Corono telah menewaskan sedikitnya 811 orang warga China. Dan jumlah angka ini, telah melampaui jumlah korban epidemik SARS pada 2002/2003. Hingga kini virus Corona telah menyebar ke berbagai penjuru China.Sementara jumlah korban secara Internasional yang terinfeksi virus corona juga telah mencapai 37.198.

Optimisme yang pernah digaungkan Pemerintah China saat virus corona awal merebak kini sudah berubah menjadi pesimisme. Jumlah korban yang terinfeksi virus corona pada Sabtu pekan lalu mencatat hingga 2.656 kasus.

Sebanyak 2.147 kasus berada di Provinsi Hubei. Pemerintah Provinsi Hubei tetap meliburkan sekolah hingga 1 Maret mendatang untuk mengantisipasi wabah virus corona menyebar lebih luas.

Otoritas Tiongkok meminta pengusaha untuk memperpanjang liburan hingga 10 hari. Hal ini menyebabkan banyak kota di China menjadi kota hantu dalam dua pekan terakhir.

Kementerian Keuangan China pun menyediakan anggaran besar mencapai senilai USD10,26 miliar untuk memerangi virus corona. Dana tersebut digunakan untuk pemeriksaan dan perawatan warga yang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China menyatakan pemerintah kini menghadapi kurangnya pasokan obat-obatan dan peralatan medis. Mereka menyatakan penyediaan peralatan pemeriksaan, obat, dan vaksin akan didorong secepatnya untuk diproduksi secara massal. Sebelumnya Deputi Gubernur Hubei Cao Guangjing menyatakan peralatan pelindung bagi paramedis mengalami kekurangan sehingga membahayakan keselamatan mereka.

Dampak perekonomian China akibat virus corona diperkirakan akan terus memburuk. Pasar saham telah melorot drastis dan investor berbndong- bondong meninggalkan China.

sumber: Reuters