Pengacara Juniar Nilai Penetapan Tersangka Terhadap Kliennya Salah Alamat

Jakarta, Sayangi.com – Pengacara Kamaruddin Simanjuntak menilai, ada sejumlah kejanggalan terkait penetapan kliennya, Juniar alias Vero dan pendeta Muhammad Husein Hosea sebagai tersangka pemalsuan sejumlah akta otentik. Seperti diketahui, Vero ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan akta otentik, dan surat akta nikah oleh penyidik Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menguasai aset properti di kawasan Bintaro senilai Rp 40 miliar.

Menurut Kamaruddin, pernikahan Juniar dengan mendiang Basri Sudibjo tercatat resmi dan sah di PN Jakut. Pernikahan tersebut juga dikuatkan dengan adanya surat akta perkawinan gereja GKP Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

“Buktinya surat Akta Perkawinan Nomor 02/GKP/C-B/VI/A-K/2017 Tanggal 11 Pebruari 2017. Itu juga dikuatkan melalui Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Utara No: 290/Pdt.P/2019/PN, Jkt. Utr Tanggal 13 Mei 2019,” ujar Kamarudin, Selasa (11/2).

Pernikahan tersebut, sambung Kamaruddin, juga dikuatkan oleh sejumlah dokumen pribadi, seperti foto pernikahan Vero dengan mendiang Basri. “Tidak mungkinlah kalau muncul foto bersama ini kalau tidak ada ap-apanya (telah menikah),” imbuhnya.

Kamaruddin juga mengatakan, jika Vero itu bukanlah seorang terapis seperti yang disebutkan polisi. Menurutnya, kliennya tersebut merupakan pengusaha dan pemilik klinik kesehatan.

Menurutnya, Vero diberikan tanah seluas 2.625 meter persegi yang terletak di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel. Sertifikat tanah senilai Rp 40 miliar tersebut diberikan setelah kliennya diminta (alm) Basri Sudibjo yang ditandatangani dihadapan notaris.

“Basri memberikan sertifikat dengan meminta kepada Juniar menandatangani tanda terima sertifikat di notaris Grace Parulian Hutagalung pada bulan Maret 2017,” terangnya.

Kamaruddin juga mengaku, dirinya mendapat informasi jika ada perlakuan tidak menyenangkan saat Basri sakit pada 2018 lalu. Saat itu Basri tengah dirawat di RS Siloam, Kebon Jeruk.

“Dari informasi orang yang terpercaya suami dari klien kami diduga telah dibawa pulang secara paksa sebelum sakitnya sembuh. Beliau dibawa menggunakan mobil ambulans RS Siloam oleh kedua anaknya, saudari Suzana Liany dan saudara Martin Adam dari RS Siloam,” terangnya.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang, yakni Juniar alias Vero, Agus Butar-Butar dan Muhammad Husein Hosea. Ketiganya disangkakan telah melakukan pemalsuan akta perkawinan dan akta ahli waris milik mendiang Basri Sudibjo.