Presiden Palestina Himbau PBB Tolak Usul Perdamaian Trump

Presiden Palestina Mahmud Abbas/Reuters

New York,Sayangi.com- Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas berbicara di depan Dewan Keamanan PBB di New York, hari Selasa (11/2).Mahmoud Abbas meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk tidak menerima usul perdamaian yang disampaikan Presiden Amerika Donald Trump, tetapi membuka kemungkinan perundingan dengan Israel.

“Rencana ini, atau bagian apapun dari rencana ini, hendaknya tidak dipertimbangkan sebagai sebuah rujukan internasional bagi perundingan,” ujar Abbas tentang usulan presiden  Amerika Donald Trump.Ini merupakan rencana pencegahan yang dilakukan Israel-Amerika untuk mengakhiri masalah Palestina.”

Didepan para diplomat yang memadati ruang Dewan Keamanan PBB Abbas berpidato penuh semangat selama 35 menit, Abbas menunjukkan kemarahannya pada wilayah yang diusulkan sebagai negara Palestina di masa depan. Saat berpidato Abbas sejenis memegang sebuah peta dan mengatakan ini tampak seperti “keju Swiss.” Ia menyebut Keju Swiss adalah sejenis keju yang penuh lubang-lubang.

“Siapa di antara Anda yang akan menerima negara dan kondisi seperti ini?” tanyanya. Lantas Presiden Abbas menunjukkan peta wilayah Palestina yang terus mengecil dalam pidato tersebut.

“Rencana ini tidak akan membawa perdamaian atau stabilitas ke kawasan itu, dan oleh karena itu kami tidak akan menerima rencana ini. Kami akan menentang penerapan rencana ini di lapangan,” tegas Abbas.

Sebelumnya PM Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump telah memberikan pernyataan bersama saat mengungkap rencana perdamaian Timur Tengah. Rencana itu  telah diumumkan hari Selasa (28/1/2020) di Gedung Putih.

Berdasarkan usul perdamaian yang diajukan Amerika itu, Trump mengatakan Palestina akan memiliki luas wilayah yang “dua kali lipat,” tetapi harus menyerahkan sekitar sepertiga Tepi Barat kepada Israel agar memiliki perbatasan di timur. Sebagai gantinya, pemerintah Amerika mengusulkan agar Palestina mengambil dua bidang tanah terpisah di gurun Negev.

Pemimpin Palestina Abas juga  mengatakan Amerika tidak lagi bisa menjadi satu-satunya mediator dalam isu Timur Tengah. Ia menyerukan dilangsungkannya konferensi internasional yang akan menghidupkan kembali “Kuartet Timur Tengah” yang terdiri dari Amerika, Rusia, Uni Eropa dan PBB.

Dalam saat bersejarah ini, saya sekali lagi ingin mengulurkan tangan untuk perdamaian, sebelum kita menyia-nyiakan kesempatan final ini. Saya berharap dapat menemukan mitra nyata di Israel,.Sementara soal insentif ekonomi bernilai 50 miliar dolar yang ada dalam usul perdamaian itu, harus ada solusi politik sebelum solusi ekonomi,pungkas Abbas.

sumber: Arabnews