Jabat Ketua MPP PAN, Hatta Rajasa Target Pemilu 2024 Masuk Tiga Besar

Kendari, Sayangi.com – Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa menargetkan partainya bisa masuk di tiga besar pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Hatta Rajasa saat memberikan sambutan pada penutupan Kongres V PAN yang dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Jadi insya Allah kita kompak ke depan membesarkan partai ini, kita targetkan Insya Allah 2024 kita tiga besar Partai Amanat Nasional,” katanya, Rabu.

Ketua Majelis Penasehat Partai (MPP) PAN periode 2020-2025 juga menjelaskan, hal itu bisa dicapai jika seluruh kader PAN bekerja keras, dan bekerja ikhlas.

“Tentu sebagai partai besar kita tidak hanya berfikir kongres dan untuk partai kita saja, kita sudah harus berpikir bagaimana kontribusi besar partai kita kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini. Bangsa dan negara kita membutuhkan atau memerlukan pemikiran-pemikiran sumbangan-sumbangan pemikiran yang besar daripada kita untuk kemajuan bangsa negara kita,” ungkapnya.

Sehingga ia meminta kepada semua DPW dan DPD termasuk semua kader PAN untuk menyatukan seluruh kekuatan, dan bersinergi dalam mendukung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, meminta semua kader untuk kembali bersatu demi membesarkan partai pasca-pemilihan ketua umum.

“Saudara-saudara tentu kongres sudah berakhir, sekarang saatnya kita melihat ke depan. 2024 (masa Pilpres) tidak mudah. Oleh karena itu kawan-kawan harus bersama-sama kita juga. 2024 akan lebih berat dari 2019,” katanya sebelum menutup kongres tersebut.

Sebelumnya, Hatta Rajasa ditunjuk sebagai Ketua Majelis Penasehat Partai (MPP) PAN periode 2020-2025 oleh Zulkifli Hasan setelah Zulhas terpilih kembali sebagai Ketua Umum PAN pada Kongres V PAN di Kota Kendari, Sultra.

Mantan Ketua MPR RI, 2014-2019 ini menang dengan jumlah 331 suara. dari 565 total suara sah pada kongres tersebut. Sementara lawan beratnya, Mulfachri Harahap, hanya mendapatkan 225 suara, kemudian Dradjad Wibowo hanya mendapatkan enam suara, sementara jumlah suara yang tidak sah ada tiga.