4 Anggota Militer Aktif China Didakwa Meretas Data 145 Juta Warga AS

Jaksa Agung AS menjatuhkan dakwaan kepada 4 tentara China atas pembobolan data Equifax. Foto The Hacker News
Jaksa Agung AS menjatuhkan dakwaan kepada 4 tentara China atas pembobolan data Equifax. Foto The Hacker News

Washington,Sayangi.com- Jaringan komputer pengelola data kartu kredit Equifax tahun 2017 dibobol peretas. Kejaksaan Agung AS mengajukan dakwaan terhadap 4 personel militer Cina atas tuduhan membobol jaringan komputer Equifax.

Dakwaan tersebut diajukan di tengah peringatan yang diberikan pemerintahan Donald Trump tentang makin besarnya pengaruh politik dan ekonomi Cina. Gedung Putih percaya, Beijing sedang melakukan operasi besar-besaran untuk mengumpulkan data-data warga AS, dan mencuri hasil penelitian serta inovasi ilmiah.

Berkas dakwaan menyebutkan, aksi peretasan itu terkait dengan data-data pribadi sekitar 145 pengguna kartu kredit dan nomor Social Secutity dan data-data Surat Izin Mengemudi.

Kejaksaan AS juga menuduh pemerintahan Beijing berada dibalik aksi pencurian data-data pribadi warga dan data-data rahasia perusahaan Equifax. Hingga kini orang-orang yang digugat Kejaksaan AS semuanya tinggal di Cina dan tidak ada yang berada dalam tahanan.

Kantor berita AP melaporkan, dakwaan itu diajukan untuk mencegah aksi-asi peretasan selanjutnya dan menunjukkan keseriusan AS melacak individu-individu yang terlibat dalam aksi peretasan.

Jaksa Agung William Barr Senin (10/2),mengatakan keempat anggota Tentara Pembebasan China PLA diyakini terlibat aksi peretasan itu. “Ini adalah salah satu aksi pembobolan data terbesar dalam sejarah,” ujarnya.

“Hari ini, kami meminta pertanggungjawaban para peretas PLA atas tindakan kriminal mereka, dan kami mengingatkan pemerintah Cina bahwa kami memiliki kemampuan untuk mengungkap tudung anonimitas di internet dan menemukan peretas yang berulangkali dikirim (oleh Cina) terhadap kami,” ungkap Barr.

Ini adalah tindakan terencana untuk menyisir data-data pribadi rakyat Amerika,” kata Barr dalam sebuah pernyataan.Departemen Kehakiman AS mengatakan di situs webnya: “Surat dakwaan sembilan butir menuduh bahwa Wu Zhiyong, Wang Qian, Xu Ke dan Liu Lei adalah anggota Divisi Lembaga Riset ke-54 PLA, sebuah unit dari militer. Keempat terdakwa diduga berkonspirasi untuk meretas ke dalam jaringan komputer Equifax.

Beijing hingga saat ini membantah tuduhan itu. Kementerian Luar Negeri Cina hari Selasa (11/2) bereaksi keras membantah tuduhan itu. Kemenlu China mengatakan bahwa Cina “tidak pernah terlibat” dalam aksi pencurian data. Alih alih Kemenlu China menyatakan bahwa negaranya sendiri telah “menjadi korban serius dari pencurian data yang dilakukan oleh AS”.

sumber: Deutch Welle