Klaim Trump : AS Hemat Uang Usai Filipina Stop Pakta Militer

Presiden Duterte dan Presiden AS Donald Trump berbagi momen terang di pesta gala malam ulang tahun ASEAN yang ke-50 tadi malam (12/11). Foto Philstar
Presiden Duterte dan Presiden AS Donald Trump berbagi momen terang di pesta gala malam ulang tahun ASEAN yang ke-50 tadi malam (12/11). Foto Philstar

Washington,Sayangi.com- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak masalah dengan keputusan Filipina mengakhiri kerja sama militer. Alih alih Trump mengklaim, hal itu justru akan membuat AS hemat uang.

“Jika mereka ingin melakukan itu, tidak apa-apa, kami bisa menghemat banyak uang,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Akan tetapi Trump mengklaim hubungan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte tetap terjalin dengan baik.

Filipina pada Selasa lalu mengumumkan keputusan keluar dari perjanjian militer dengan AS atau Visiting Forces Agreement (VFA).

VFA yang telah ditandatangani pada 1998 memberikan status hukum bagi kehadiran ribuan pasukan AS di tanah Filipina. Pasukan As tersebut melakukan latihan militer dan operasi kemanusiaan.

Sebenarnya ancaman keluar dari perjanjian itu disampaikan Duterte sejak 2016 lalu. Keputusan Filipina keluar dari Pakta militer dengan AS bertujuan mengembangkan hubungan dengan Rusia atau China.

Keputusan tersebut ditegaskan lagi pada Januari kemarin, setelah AS membatalkan visa perjalanan senator dan mantan kepala polisi nasional Ronald Dela Rosa.Sejak masalah visa muncul, Duterte melarang anggota kabinet pergi ke AS. Duterte bahkan menolak undangan Trump ke pertemuan puncak Asia Tenggara di Las Vegas pada Maret mendatang.

sumber: AFP