Wakapolri di Universitas Andalas: Mahasiswa Perlu Perkuat Wawasan Kebangsaan

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat memberi kuliah umum di Universitas Andalas, Padang, Jum'at (14/2/2020).

Padang, Sayangi.com – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi menyampaikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Andalas Padang, Jum’at (14/2/2020).

Pada kuliah umum bertajuk “Persatuan Bangsa untuk Indonesia Maju” ini Komjen Gatot menekankan pentingnya mahasiswa memperkuat wawasan kebangsaan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Para mahasiswa menguasai ilmu, namun jangan lupa untuk menjaga kesatuan bangsa,” katanya.

Ia mengatakan, selain memiliki wawasan kebangsaan, mahasiswa juga diminta untuk mampu menjaga nilai-nilai persatuan. Sehingga ke depannya mereka mampu membangkitkan identitas kebangsaan yang mampu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

“Perkembangan teknologi juga merupakan tantangan bagi mahasiswa, bagaimana mereka bisa kreatif mencari solusi ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga mengatakan, dengan kehadiran media sosial yang banyak menyampaikan informasi, yang beberapa hal juga mengandung berita bohong, mahasiswa pun harus mampu memilah dan tidak mudah terpengaruh. Karena menurutnya, berita bohong atau hoax adalah hal yang sangat berpengaruh untuk kesatuan bangsa.

“Di kepolisian juga telah dibentuk beberapa direktorat terkait dengan perkembangan tekonologi dan media sosial ini. Sebagai kontrol sosial, mahasiswa diharapkan mampu bersikap kritis yang memberi solusi,” katanya.

Pilkada Serentak Damai

Usai menyampaikan kuliah umum, Wakapolri Komjen Gatot menyampaikan imbauan kepada jajarannya untuk memastikan kontestasi Pilkada Serentak 2020, berjalan aman dan damai.

“Kapolda harus memastikan Pilkada serentak 2020 berjalan dengan lancar, aman dan terkendali,” ujarnya.

Perwira polisi kelahiran Solok, Sumatera Barat itu mengatakan, masyarakat biasanya terpolarisasi saat Pilkada.

Namun, bagi Gatot Eddy, yang terpenting jangan ada konflik, yang biasanya menimbulkan anarkis dan diskriminatif. “Dalam demokrasi, yang penting itu bersalaman,” ujarnya.

Kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa UNAND itu berteman “Persatuan Bangsa untuk Indonesia Maju.