Washington “Peringatkan Eropa Tak Ikuti Jejak Salah China”

Para Pemimpin Dunia Menghadiri Konfernci Keamanan 2020 di Munich. Foto Social News XYZ
Para Pemimpin Dunia Menghadiri Konfernci Keamanan 2020 di Munich. Foto Social News XYZ

Munich,Sayangi.com-Konferensi Keamanan Munich ke -56 tahun 2020 baru digelar pekan lalu di kota Munich Jerman.Konferensi tersebut telah dihadiri tidak kurang dari  40 Kepala Negara, 50 Menteri Luar Negeri (Menlu), 30 Menteri Pertahanan (Menhan) dan banyak organisasi internasional.

Dalam pertemuan konferensi itu, Amerika Serikat (AS) memperingatkan Eropa tidak dibodohi dan mengikuti langkah yang salah yang diambil oleh Beijing. Kalimat tersebut disampaikan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompoe saat pidato di Konferensi Keamanan Munich., Jerman.

Esper dalam pidatonya di konferensi itu mengungkap ancaman yang ditimbulkan oleh kebangkitan China. Lewat pidatonya Menhan AS Esper menyebutkan di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, Partai Komunis China bergerak lebih cepat dan lebih jauh ke arah yang salah.

“Lebih banyak represi internal, praktik ekonomi yang lebih ganas, lebih berat tangan dan yang paling memprihatinkan bagi saya, postur militer yang lebih agresif. Sangat penting bahwa kita, sebagai komunitas internasional, sadar akan tantangan yang disajikan oleh manipulasi China atas tatanan berbasis aturan internasional yang telah lama menguntungkan kita semua selama beberapa dekade,imbuh Esper

Sementara Menlu AS Pompeo membandingkan Beijing dengan Moskow dan Teheran, di mana dia mengatakan itu adalah ancaman bagi Eropa dan Amerika.Pompeo memperingatkan bahwa China menimbulkan risiko besar pada gagasan Barat.

Di tengah kekhawatiran AS pada perusahaan telekomunikasi China, Huawei, Pompeo menyatakan semua tiga negara itu menggunakan dunia maya untuk mendapat pengaruh.

“Huawei dan perusahaan-perusahaan teknologi yang didukung negara China adalah kuda-kuda Troya untuk intelijen China. Kampanye disinformasi Rusia berupaya membuat warga kita AS saling bertikai. Serangan siber Iran menjadi wabah di jaringan komputer Timur Tengah,” ujar Pompeo.

Dalam pidatonya Pompeo lalu mengungkapkan bahwa lima wilayah Eropa harus merasakan panas dari China. Lima hal ini menurut Pompeo diantaranya adalah Huawei, ambisi maritim Beijing,upaya untuk membungkam Taiwan dan Hong Kong. Serta upaya Beijing untuk mempengaruhi politik AS dan Eropa dan kehadiran China yang meningkat di Kutub Utara,imbuh Pompeo.

sumber: News Channel Asia