Ukraina Timur Berkecamuk : Putin Coret Pentolan Ideolog Kremlin

Moskow,Sayangi.com- Presiden Rusia Vladimir Putin memecat seorang ideolog terkemuka Kremlin, Vladislav Surkov. Dipecatnya Surkov sebagai penasihat Putin imbas dari hubungan Moskow dengan Ukraina yang memburuk. Bagi masyarakat Ukraina, Surkov dianggap sebagai pejabat garis keras Kremlin. Surkov pernah ikut perang di unit artileri Uni Soviet di Hungaria sepanjang tahun 1983-1985.

Pemecatan orang yang pernah menjadi salah satu bos  Menatep Credit and Financial Enterprises Association diumumkan dalam pernyataan di situs web Kremlin. Pemecatan tersebut  diumumkan hari Selasa (18/2) berbarengan  perang pecah di Ukraina timur. Perang tersebut dilakukan antara kelompok separatis pro-Moskow dengan pasukan militer Kiev.

Dekrit pemecatan Surkov dikeluarkan seminggu setelah Kremlin mengatakan seorang pejabat senior Rusia kelahiran Ukraina, Dmitry Kozak. Saat ini Kozak bertugas mengelola hubungan Moskow dengan Ukraina.  Keputusan dipilihnya Kozak secara efektif dianggap mengesampingkan Surkov.

Namun seorang analis politik yang dulu bekerja untuk Surkov dalam administrasi kepresidenan Rusia,Alexei Chesnakov, bulan lalu mengumumkan bahwa Surkov telah mengundurkan diri.  Pengunduran diri Surkov yang lahir 21 September 1964, di desa Solntsevo, wilayah Lipetsk bukan karena  penunjukan Kozak, namun lantaran perubahan kebijakan mengenai Ukraina,” ujar Chesnakov

“Keputusan mundur yang  dibuat oleh Surkov dan tidak akan berubah. Chesnakov  menambahkan saya tahu itu dari Surkov sendiri,” katanya lagi. Sedangkan sumber lain yang dekat dengan Surkov mengatakan kepada Reuters bahwa Surkov bereaksi tajam atas penunjukan Kozak.

Hubungan antara Moskow dan Kiev retak setelah Rusia menganeksasi wilayah Crimea yang melepaskan diri dari Ukraina pada tahun 2014. Sejak krisis Ukraina pecah, kelompok separatis pro-Moskow melancarkan pemberontakan di Donbass, Ukraina timur. Dan pemebrontakan ini telah menewaskan lebih dari 13.000 orang

Selama ini Rusia telah menyangkal berperan apa pun dalam konflik di Ukraina. Moskow dan Kiev, kedua negara ini bertikai tentang bagaimana menerapkan kesepakatan damai di Donbass. Akan tetapi perbedaan pandangan tetap terjadi dan normalisasi masih jauh dari harapan.

sumber: Reuters