Aktivis IMANI Geruduk Pertamina, Meminta Penerima Dana CSR Diumumkan

Aksi demonstrasi aktivis IMANI di kantor Pertamina Pusat Jakarta, Rabu (19/02/2020).

Jakarta, Sayangi.com – Ikatan Muda Aktivis Nasional Indonesia (IMANI) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pertamina Pusat di Jakarta (19/03/2020). Bersama puluhan orang yang terdiri dari para mahasiswa, aksi ini digelar untuk meminta penjelesan kepada pihak PT Pertamina terkait aliran dana CSR yang digelontorkan.

Salah satu orator Anto menyebut Pertamina menjadi bancakan dan sapi perah bagi penguasa.

“kami tidak ingin BUMN ini (Pertamina) menjadi bancakan dan sapi perah bagi penguasa. Uang Pertamina dalam bentuk CSR ini harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk segelintir orang. Oleh karena itu kami datang kesini untuk meminta penjelesan kepada pihak Pertamina”, sebutnya.

Dalam orasinya juga ketua IMANI Parwadi menyatakan, Pertamina adalah lahan basah bagi penyelewengan anggaran negara.

“Pertamina adalah lahan basah bagi penguasa untuk mengeruk anggaran, kami patut menduga ada praktek KKN. Ada dugaan aliran dana CSR tersebut diberikan kepada oknum DPR untuk digunakan sebagai dana kampanye”, ucapnya.

Parwadi menyebut dana Pertamina telah menggelontorkan anggaran dana CSR tahun 2018 sebesar Rp 265.371.258.000 kepada 60.338 penerima UMKM seluruh Indonesia.

“Dana CSR yang digelontorkan Pertamina tidak sedikit, bayangkan Rp 265.371.258.000 pada 2018, tidak jelas siapa saja penerimanya, ini sungguh ironis. Apalagi dilakukan oleh BUMN sekelas Pertamina”, lanjutnya.

Parwadi kemudian mendesak Pertamina transparan kemana dan siapa saja aliran dana CSR tersebut digelontorkan.

“kami menuntut Pertamina terbuka dan transparan membuka kemana dan siapa saja yang menerima aliran dana tersebut. Sebagai aktivis kami akan mengontrol kinerja BUMN di negeri ini sebagai bentuk kepedulian kami”, pungkasnya.

Para demonstran akan melaksanakan aksi lagi, apabila Pertamina tidak mengumumkan penerima dana CSR.