Trump Berniat Maafkan Julian Assange WikiLeak

Foto Itv
Foto Itv

Washington,Sayangi.com-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berniat untuk memaafkan pendiri Wikileaks, Julian Assange. Akan tetapi, Trump meminta Assange untuk menyatakan bahwa Rusia tidak memiliki hubungan dengan publikasi WikiLeaks. Hal itu terkait dengan email Partai Demokrat pada 2016 silam.

Dikabarkan Assange terlihat dalam video dari dalam penjara, sesaat ketika pengacaranya sedang membahas keperluan ekstradisinya ke Amerika Serikat.

Pengacara Assange, Edward Fitzgerald, di Pengadilan Westminster Magistrates juga merujuk pada pernyataan saksi dari mantan anggota Kongres Republik AS, Dana Rohrabacher. Senat Kongres AS itu telah mengunjungi Assange pada tahun 2017. Dalam prosesnya Rohrabacher menyatakan telah dikirim oleh Presiden AS untuk opsi pemaafan.

Berdasarkan pernyataan Rohrabacher, tawaran maaf bagi Assange. Hal ini berlaku jika syarat terkait Rusia yang tak ikut campur dalam kebocoran email. Email tersebut telah merusak kampanye presiden Hillary Clinton pada 2016 lalu dilakukannya.

Dalam sidang pada Rabu (19/2), Assange hanya datang untuk mengonfirmasi nama dan tanggal lahirnya. Assange tampak santai dan lebih banyak membaca catatannya. Hal unik juga dilakukannya dengan mengenakan dua pasang kacamata, satu dikenakannya, satu lainnya ia mainkan dengan memutar-mutarnya.

Assange yang merupakan pria kelahiran Australia menjadi pemberitaan utama global pada 2010 lalu. Saat itu, WikiLeaks menerbitkan video militer rahasia AS pada serangan 2007 lalu. Video menunjukkan helikopter Apache di Baghdad dan menewaskan belasan orang, termasuk dua staf kantor berita Reuters.

Dalam prosesnya, Amerika Serikat semakin geram terhadap WikiLeaks ketika menerbitkan cache dokumen militer dan kabel diplomatik yang bocor. AS merencanakan akan melakukan sidang ekstradisi penuh menjadi dua bagian. Akan tetapi babak kedua masih ditunda hingga Mei mendatang.

Hingga saat ini Assange telah menghabiskan tujuh tahun bersembunyi di kedutaan Ekuador sebelum akhirnya diseret April lalu oleh AS. Pendiri WikiLeak Assange didakwa 18 tuntutan. Ia juga dituntut terlibat persekongkolan untuk meretas komputer permerintah dan pelanggaran undang-undang spionase.

sumber: Reuters