Michael Bloomberg Mulai Diserang Kandidat Lain

Michael Bloomberg bakal mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada Pemilu Mendatang. Foto Business Insider
Michael Bloomberg bakal mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada Pemilu Mendatang. Foto Business Insider

Las Vegas, Sayangi.com- Tak lama lagi negara Paman Sam akan memilih presiden. Saat ini para kandidat mulai berkampaye untuk mendulang suara.

Debat kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat di Nevada dibuka. Sejak itu Miliuner dan mantan wali kota New York bloomberg” Michael Bloomberg menjadi incaran kandidat-kandidat lainnya.

Bloomberg yang pernah menjadi anggota Partai Republik didorong untuk mempertahankan catatannya selama menjabat sebagai wali kota. Pernyataan-pernyataan Bloomberg sebelumnya tentang ras dan gender mulai menimbulkan pertanyaan bagi kandidat lain.

Senator Elizabeth Warren, dalam cuplikan video saluran NewThis News di Youtube, Kamis (20/2). “Saya ingin bicara tentang orang yang kami lawan. Miliuner yang menyebut perempuan ‘orang gemuk’ dan ‘lesbian berwajah kuda’, dan saya tidak membicarakan Donald Trump saya bicara tentang walikota Bloomberg,”

Warren yang maju sejak awal pencalonan Bloomberg mengatakan Demokrat tidak akan menang. Demokrat akan kalah jika memiliki kandidat presiden yang mempunyai sejarah menyembunyikan catatan pengembalian pajaknya, melecehkan perempuan, dan mendukung kebijakan rasialis.

“Saya akan mendukung siapa pun calon dari Partai Demokrat. Namun harus dipahami, bahwa Partai Demokrat akan mengambil resiko besar bila hanya mengganti miliuner arogan dengan miliuner arogan lainnya,” ucap Warren.

Sementara itu mantan Wakil Presiden Joe Biden menyerang catatan Bloomberg selama menjadi wali kota. Biden mengatakan kebijakan-kebijakan salah satu orang terkaya di dunia itu rasialis.

Biden menambahkan “Dan ketika kami berada di pemerintahan Presiden Barack Obama dan kami mengatakan akan mengirimkan mediator untuk menghentikan sikap rasialisnya ia mengatakan tidak membutuhkannya.

Senator Bernie Sanders mengingatkan kembali pemilih Demokrat pada 2004. Pada tahun itu Bloomberg mendukung Presiden George W. Bush dari partai Republik. Padahal saat itu Sanders dan Biden berusaha mempertahankan kekuasaan Partai Demokrat di Senat.

sumber: AP