Satgas Antimafia Bola Tangkap Dua DPO Pengaturan Skor Liga 3

Jakarta, Sayangi.com – Kasatgas Anti Mafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, pihaknya berhasil menangkap 2 DPO berinisial KH dan HN. Keduanya diduga berperan sebagai pengatur skor pertandingan antara Perses Sumedang melawan Persikasi Bekasi.

“Pertandingan tersebut diatur sehingga dimenangkan oleh Persikasi Bekasi dengan skor 3-2. Laga digelar di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, pada 6 November 2019 lalu,” ujar Hendro di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/2).

Menurut Hendro, keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda. KH dari PSSI selaku perantara ditangkap di Bekasi, sedangkan HN exco PSSI Jawa Barat ditangkap di kawasan Menteng Atas, Jakarta Selatan.

“HN exco PSSI Jawa Barat ditangkap sebagai perantara tersangka Bayu, ditangkap pada 18 Februari 2020. Sedangkan tersangka KH dari PSSI berperan atas penunjukan wasit pertandingan ditangkap pada 19 Februari 2020,” jelasnya.

Pada pertandingan tersebut, lanjut Hendro, manajer klub Persikasi Bekasi menghendaki timnya menang. Sehingga klub tersebut dapat naik kasta ke Liga 2.

Sebelumnya, Satgas antimafia bola Polri membekuk 6 orang tersangka pelaku pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola Liga 3, antara Perses Sumedang melawan Persikasi Bekasi.

Mereka adalah DSP selaku wasit utama saat pertandingan. Kemudian tiga orang dari manajemen Persikasi Bekasi yakni BB, HR dan SHB, lalu MR sebagai perantara, serta DS selaku Komisi Penugasan Wasit ASPROV PSSI Jawa Barat. Mereka ditangkap di Bekasi secara berturut-turut pada 22 November 2019 lalu.

“Dari sana diperoleh kesimpulan bahwa sudah terjadi pengaturan skor atau match fixing dalam pertandingan Perses lawan Persikasi, yang melibatkan pihak klub, wasit, dan PSSI. Oleh karena itu setelah pertandingan pada 6 November tersebut, kami melakukan penyelidikan, penyidikan dan gelar perkara,” kata Hendro.

Para pelaku pengaturan skor dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 11 tahun 1980 tentang Penyuapan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.