India Rusuh Korban Jiwa Capai 25 Orang

Masyarakat India turun jalan menolak UU Citizenship Amendment Act (CAA). Foto The Logical Indian
Masyarakat India turun jalan menolak UU Citizenship Amendment Act (CAA). Foto The Logical Indian

New Delhi,Sayangi.com- Ibu kota India New Delhi dilanda kerusuhan. Dilaporkan sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya cidera saat peritiwa ini meletus sejak Minggu (23/2/2020).

Informasi tersebut dikabarkan oleh pejabat rumah sakit dan media setempat. Sunil Kumar, Direktur Rumah Sakit Guru Teg Bahadur (GTB) tempat banyak korban dirawat mengatakan hampir 60 orang mengalami luka tembak.

Kekerasan itu meletus akibat ribuan orang menentang undang-undang baru yang disahkan oleh pemerintah nasionalis Hindu yang dipimpin  Modi. UU baru tersebut   dinilai diskriminatif terhadap umat Islam.

Salah satu isi Citizenship Amendment Act (CAA) itu mempermudah warga non-muslim dari beberapa negara tetangga yang didominasi muslim untuk mendapatkan kewarganegaraan India.

Para kritikus mengatakan hukum itu bias terhadap muslim dan merusak konstitusi sekuler India. Akan tetapi partai berkuasa, Bharatiya Janata Party pimpinan Modi membantah membuat kebijakan yang bias terhadap 180 juta muslim India.

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyerukan agar masyarakat tenang. Namun peristiwa ini merupakan kekerasan sektarian yang terburuk dalam beberapa dekade itu. Sehingga pasca peristiwa berdara itu  mendorong tuntutan untuk pemberlakuan jam malam militer.

Tuntutan jam malam itu muncul setelah partai-partai oposisi mengkritik pemerintah. Parati oposisi menilai pemerintah Modi gagal mengendalikan kekerasan, meskipun menggunakan gas air mata dan granat asap.

Hingga Rabu kemarin (26/2) Polisi dan pasukan paramiliter berpatroli di jalan-jalan dalam jumlah yang jauh lebih besar. Petugas keamanan terlihat mengawasi pertokoan dan bangunan di wilayah bekas kerusuhan.

sumber: Aljazeera