Polres Jakarta Barat Musnahkan Ratusan Kilo Narkoba dari Delapan Kasus

Jakarta, Sayangi.com – Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan barang bukti ratusan kilogram barang bukti narkoba jenis ganja, puluhan kilogram sabu serta ratusan pil ekstasi dan psikotropika lainnya. Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolres Jakarta Barat, Selasa (3/3).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Laruheru di mengatakan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan berasal dari delapan kasus. Dari delapan kasus tersebut, polisi turut menangkap lima belas orang tersangka.

“Hari ini kita musnahkan barang bukti berupa ganja seberat 318 Kg, sabu seberat 12,6 Kg, 174 butir pil ekstasi dan 220 butir pil psikotropika,” ujar Audie.

Audie menjelaskan, kasus pertama berasal dari pengungkapan jaringan lintas Sumatera dan Jawa melalui darat. Dari kasus ini polisi menyita barang bukti sebanyak 250 Kg ganja, lima tangkai besar pohon ganja serta ladang pohon ganja seluas lima hektar.

“Kemudian kasus kedua mengungkap jaringan antar kota melalui jalur darat dengan barang bukti berupa 10 Kg sabu, 174 butir pil ekstasi dan 220 butir pil psikotropika,” paparnya.

Kapolres menegaskan dengan pemusnahan barang bukti ini senilai Rp 10 miliar dan sekitar satu juta orang terselematkan dari ancaman bahaya narkoba.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Efendi mengatakan, pihaknya mengapresiasi serta memberikan penghargaan atas prestasi Polres Jakarta Barat. Apalagi menurutnya, peredaran narkoba sangat mengkhawatirkan, bukan saja kepada masyarakat Jakarta Barat namun juga masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Perlu kita ketahui, jajaran Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan barang bukti narkoba yang jumlahnya luar biasa,” ujar Rustam.

Ia juga menyampaikan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan kepolisian untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Selain itu, ia juga mengimbau tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kepolisian, dalam rangka pengungkapan jaringan narkoba ini.

“Sampaikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan menyampaikan informasi bilamana ditemukan hal yang berkaitan dengan narkoba,” pungkasnya.