Singapura Tak Naikkan Wabah Virus Corona Ke Level Dorscon

PM Lee Hsien Loong

Singapura,Sayangi.com- Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong memperingatkan bahwa Singapura menghadapi situasi serius terkait penyerangan Virus Corona. Ia menyebutkan kemungkinan adanya lonjakan kasus-kasus anyar virus corona baru, COVID-19.

PM Lee khawatir terjadi bertambahnya infeksi di negaranya yang berasal dari negara lain.
Akan tetapi Lee memastikan situasi saat ini tetap terkendali. Dan kabinetnya menetapkan Singapura tidak akan menaikkan level Kondisi Sistem Penanggulangan Penyakit (DORSCON) ke warna merah.

Dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi pada Kamis petang, Lee mencatat bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi. Dan keadaan ini diperkirakan akan berlanjut untuk beberapa waktu—satu tahun, dan mungkin lebih lama.

Meskipun Singapura telah mengambil situasi dengan sangat serius dan dipandang oleh WHO sebagai contoh untuk ditiru, Lee mengatakan negaranya menghadapi situasi serius.Lee mengatakan Kami memiliki ekspektasi lebih banyak kasus impor dan karena itu cluster baru dan gelombang infeksi baru, kali ini datang dari banyak negara daripada satu atau dua,ujarnya.

Kami tidak mengunci kota kami seperti yang dilakukan orang China, Korea Selatan, atau Italia. Yang kami lakukan sekarang adalah merencanakan ke depan untuk beberapa langkah yang lebih ketat, mencobanya dan mempersiapkan warga Singapura ketika kami benar-benar perlu menerapkannya.

Meski demikian Lee menambahkan bahwa Singapura memberlakukan beberapa pembatasan perjalanan. “(Pembatasan perjalanan) Singapura harus diperketat lebih lanjut untuk sementara, meskipun kita tidak dapat sepenuhnya menutup diri dari dunia,” katanya.

Singapura telah mengkonfirmasi memiliki 187 kasus COVID-19. Dari jumlah angka itu 96 pasien telah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.Jika ada jumlah orang sakit COVID-19 yang sangat besar, kita tidak akan dapat membuat rumah sakit dan mengisolasi setiap kasus seperti yang kita lakukan sekarang,” papar Lee.

Menurut Lee, Mayoritas pasien COVID-19, 80 persennya hanya mengalami gejala ringan dan yang paling berisiko adalah orang tua dan mereka yang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya.

sumber: Channel News Asia