Perangi Virus Corona Negara Kaya Gelontoran Banyak Uang

Para pemimpin negara negara maju. Foto Sporcle
Para pemimpin negara negara maju. Foto Sporcle

London,Sayangi.com- Negara-negara terkaya di dunia menyiapkan langkah-langkah yang lebih mahal untuk memerangi dampak global dari virus corona covid-19 yang telah menginfeksi puluhan ribu orang. Pandemi ini telah memicu pembatasan sosial sejak Perang Dunia Kedua dan mengirim ekonomi ke arah resesi.

Melalui penyakit pernafasan yang sangat menular ini menginfeksi lebih dari 190 ribu orang di seluruh dunia. Untuk itulah pemerintah di setiap benua telah menerapkan langkah-langkah penahanan dari menghentikan perjalanan hingga menghentikan berbagai acara sosial.

Meskipun tujuan utamanya adalah untuk menghindari kematian yang saat ini di lebih dari 7.500, pemerintah global juga memusatkan perhatian mereka pada bagaimana membatasi dampak ekonomi yang tak terhindarkan.

Senat Amerika Serikat bersiap untuk mempertimbangkan tagihan pengeluaran darurat bernilai miliaran dolar untuk menawarkan bantuan dari pandemi. Namun pemerintahan Trump menekan untuk lebih dari 850 miliar dolar AS.

Maskapai penerbangan adalah salah satu sektor yang paling terpukul. Operator penerbangan AS mencari setidaknya 50 miliar dolar AS dalam bentuk hibah dan pinjaman untuk tetap bertahan.

Inggris telah meluncurkan paket penyelamatan 330 miliar pound untuk bisnis yang terancam bangkrut. Peramal anggaran mengatakan bahwa skala pinjaman yang dibutuhkan mungkin menyerupai jumlah hutang yang diambil selama perang 1939-1945 melawan Jerman Nazi. Kepada anggota parlemen Kepala Kantor Tanggung Jawab Anggaran Inggris, Robert Chote mengatakan sekarang bukan saatnya untuk merasa pilih-pilih tentang utang sektor publik,”

Negara Perancis akan mendorong langkah-langkah krisis senilai 45 miliar euro ke dalam perekonomian untuk membantu perusahaan dan pekerja, dengan output diperkirakan akan berkontraksi 1 persen tahun ini. Menteri Anggaran Gerald Darmanin menegaskan  Saya selalu membela kekakuan finansial di masa damai sehingga Perancis tidak harus berhemat pada anggarannya di masa perang.

Ditengah gencarnya infeksi corona, Uni Eropa (UE) melonggarkan aturannya untuk memungkinkan perusahaan menerima hibah negara hingga 500 ribu euro Aturan baru tersebut juga akan memberi  jaminan pinjaman bank untuk memastikan likuiditas.

sumber: AFP