Senat AS Ketuk RUU Bantuan Keuangan Untuk Pengujian Corona

Foto The New Yorker
Foto The New Yorker

Washington DC- Sayangi – Virus Corona yang semakin mematikan warga dunia mendapat perhatian penuh dari Senat Amerika (AS). Dilaporkan Senat Amerika Serikat pada Rabu (18/3/2020) waktu setempat meloloskan rancangan undang-undang (RUU) fase kedua untuk merespons pandemi virus corona (Covid-19).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya para pembuat kebijakan untuk menindaklanjuti paket ekonomi tambahan yang oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Paket ekonomi tambahan tersebut diperkirakan bakal mencapai hingga sebesar US$1,3 triliun.

Mayoritas suara di Senat yang meloloskan RUU tersebut, mengikuti langkah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Sabtu (14/3/2020).RUU tersebut melancarkan agenda presiden Trump untuk memberikan cuti sakit berbayar, bantuan makanan bagi populasi yang rentan, dan bantuan keuangan untuk pengujian virus corona.

Ketika Senat melakukan pemungutan suara, dan para pemimpin Partai Republik dan Demokrat sudah mengerjakan proposal RUU berikutnya. “Senat akan bertahan dalam sesi ini sampai kami menyelesaikan fase ketiga, RUU berikutnya, dan mengirimkannya ke DPR,” ujar Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell,

Dia menambahkan “Saya tidak bisa memprediksi kapan RUU itu akan siap untuk dilakukan pemungutan suara, tetapi kami bergerak cepat karena situasi mendesak,” tambah McConnell.

Menyelesaikan paket berikutnya dengan cepat akan menjadi tantangan besar. McConnell mewakilkan tiga kelompok Senat dari Partai Republik untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump membuat konsep RUU, yang kemudian akan diajukan ke pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer untuk negosiasi bipartisan.

Senat Partai Republik John Thune mengatakan para senator sedang berupaya untuk menyelesaikan proposal RUU fase ketiga pada Kamis.

Dilaporkan Anggota Partai Republik Susan Collins memperkirakan Senat akan melakukan voting untuk RUU fase tiga minggu ini. Sementara itu, Senator Republik Marco Rubio mengatakan, McConnell telah meminta para senator untuk mengirimkan proposal mereka kepadanya pada Kamis (19/3/2020) pagi waktu setempat.

Rencana bantuan pertama yang diloloskan oleh Kongres AS awal bulan ini menyediakan dana senilai US$8,3 miliar untuk kebutuhan perawatan kesehatan darurat akibat virus corona. Sedangkan rencana kedua, fase yang diloloskan oleh Senat pada Rabu lalu , berupaya memberikan bantuan ekonomi dan merupakan hasil negosiasi yang intens antara Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Ketika sebagian besar warga Amerika menghentikan sebagian besar aktivitas sehari-harinya untuk menghindari penyebaran virus, Gedung Putih secara dramatis meningkatkan permintaannya kepada Kongres untuk dana tambahan senilai US$1,3 triliun.

Dana tersebut mencakup US$500 miliar sebagai pembayaran langsung kepada warga Amerika. Adapun perinciannya diperkirakan US$50 miliar dalam bentuk pinjaman kepada sektor maskapai penerbangan yang tertekan. Dan jumlah  US$150 miliar untuk sektor-sektor ekonomi yang sangat terdampak wabah corona.

Krisis ini telah mendorong Kongres untuk bertindak pada skala yang belum pernah dialami sejak krisis keuangan 2008-2009.

 

sumber: Bloomberg