Tekan Korban Virus Corona, Sejumlah Negara Berlakukan Jam Malam

Suasana kota New York Amerika Serikat saat Lockdown. Foto Shropshie Star
Suasana kota New York Amerika Serikat saat Lockdown. Foto Shropshie Star

Sydney,Sayangi.com- Pendemi cvirus corona yang menelan korban ribuan orang didunia terus meningkat kendati berbagai langkah telah diberlakukan. Upaya alternatif untuk menghambat persebaran virus corona adalah pemberlakuan jam malam seperti yang dilakukan beberapa negara.

Di India lebih dari setengah miliar orang diminta mematuhi jam malam atau lockdown sebagian selama 14 jam. “Warga diminta untuk tetap tinggal di rumah dari pukul 07.00 hingga 21.00,” himbau Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kebijakan ini harus dilakukan lantaran India sudah memiliki 315 kasus virus corona. Modi meminta masyarakat untuk menyukseskan jam malam sebagai kekuatan utama untuk memerangi virus corona. Menariknya, Modi pun meminta masyarakat untuk berdiri di balkon atau dekat jendela untuk bertepuk tangan atau membunyikan bel sebagai bentuk apresiasi bagi pekerja sanitasi dan tim medis.

Sebagai dampak dari pemberlakuan jam malam, sistem perkeretaapian di India ditutup mulai hari ini. Hal ini untuk mencegah persebaran virus corona yang sudah menyebar di Mumbai, kota paling padat di India. Hanya pekerja pemerintah yang diizinkan bepergian. Tercatat 8 juta orang bergantung pada jaringan kereta tersebut setiap hari.

Beberapa negara bagian India juga telah memberlakukan shutdown. Rajasthan memerintahkan penutupan kota itu hingga 31 Maret. Empat kota di Gujarat juga menerapkan aturan serupa hingga 25 Maret. India telah melarang semua orang dari berbagai negara lain masuk ke negara tersebut, termasuk Inggris dan negara Eropa lainnya. India juga sudah membatalkan sebagian besar visa masuk dari negara lain.

Selain India, Kuwait juga memberlakukan jam malam kemarin sebagai langkah untuk menangani virus corona. Jam malam di negara Kuwait diberlakukan pukul 17.00 hingga 04.00. “Bagi warga yang melanggar pemberlakuan jam malam akan didenda USD33.000,” ungkap Deputi PM Kuwait Anas al-Saleh.

Saleh mengungkapkan, pemberlakuan jam malam merupakan upaya pencegahan terhadap persebaran virus corona. Tak hanya itu, Saleh menyatakan kabinet memutuskan untuk memperpanjang penghentian aktivitas pemerintah dan sektor swasta selama dua pekan ke depan.

Yordania juga memberlakukan jam malam sejak pukul 07.00 pada Sabtu lalu. Dimulainya jam malam itu dilakukan dengan membunyikan sirene di Amman, ibu kota Yordania.

Pada hari pertama pemberlakuan jam malam, sebanyak 400 orang ditangkap karena berada di luar rumah meskipun hendak membeli makanan. Pasalnya semua bisnis di Yordania ditutup, termasuk apotek dan supermarket. “Semua yang berada di luar rumah akan dihukum,” kata Menteri Kehakiman Bassam Talhouni kepada al-Mamlaka.

Dari Amerika Serikat (AS) dilaporkan jam malam diberlakukan di beberapa kota saja, termasuk Tucker, Atlanta. Kota itu memberlakukan jam malam sejak pukul 21.00 hingga 06.00. Warga hanya diperbolehkan keluar rumah untuk alasan kesehatan dan membeli makanan. “Sebagian besar toko tutup pukul 21.00,” kata Wali Kota Tucker Frank Auman.

sumber: Anadolu