Jokowi Lakukan Tradisi “Brobosan” Saat Prosesi Pemakaman

Presiden Jokowi melakukan tradisi Brobosan

Jakarta, Sayangi.com – Keluarga Presiden Joko Widodo melakukan tradisi “brobosan” sesuai dengan adat Jawa dalam proses pemakaman ibunda Presiden Jokowi yaitu Sudjiatmi Notomihardjo di rumah duka, Solo pada Kamis.

Upacara “brobosan” diselenggarakan di halaman rumah Sudjiatmi di Jl Pleret Raya 9A, Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah, yaitu sebelum dimakamkan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua.

Tradisi “brobosan dilangsungkan secara berurutan yaitu peti mati dibawa ke luar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai.

Selanjutnya anak laki-laki tertua yaitu Presiden Jokowi, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam.

Tampak putra tertua Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka juga memegang foto sang eyang putri. Keduanya juga mengenakan masker karena kondisi Solo statusnya kejadian luar biasa (KLB) wabah COVID-19.

Jenazah lalu dishalatkan di Masjid Baturrachman atau sekitar 100 meter dari rumah duka.

Selanjutnya jenazah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Mundu Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Makam keluarga di Mundu merupakan peristirahatan terakhir untuk keluarga dari Sudjiatmi.

Selain ayah Presiden Jokowi, Widjiatno Notomihardjo, di makam tersebut juga bersemayam kedua orang tua Sudjiatmi, serta beberapa kerabat lain, termasuk adik ipar Jokowi.

Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia di RS. DKT Surakarta, Solo pada Rabu (25/3) pukul 16.45 WIB karena sakit kanker. Ia berjuang melawan kanker selama sekitar 4 tahun.

Sebelum dirawat di RST Slamet Riyadi Solo, Sujiatmi pernah dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

Tampak ikut melayat di rumah duka Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretari Negara Praktikno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erik Tohir, Ketua PSSI Mochamad Iriawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.