Trump Berujar Vius Corona Bukan Flu Biasa

Presiden Trump akui virus corona lebih ganas dari flu musiman. Foto AP
Presiden Trump akui virus corona lebih ganas dari flu musiman. Foto AP

Washington,Sayangi.com- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui jika penyebaran virus corona (Covid-19) lebih parah dari flu biasa. Pernyataan ini berbanding terbalik dengan ucapan sebelumnya yang mengatakan jika Covid-19 tak ubahnya dengan flu biasa. Mantan pengusaha properti ini sebelumnya sempat mengatakan jika virus corona dibiarkan karena penyebarannya tak ubahnya flu musiman.

“Jalani saja, tidak perlu melakukan apa-apa, cukup dihadapi dan anggap itu sebagai flu musiman. Tetapi ini (Covid-19) tidak seperti flu, justru lebih berbahaya,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (31/3)waktu setempat. Pernyataan Trump kali ini kontras dengan argumen pribadinya yang mengatakan penyebaran pandemi virus corona sebanding dengan penyebaran flu musiman.

Dilansir dari AFP Kamis (2/4) Argumen Trump terkait Covid-19 yang dianggap sama dengan flu biasa bukan pertama kali diungkapkan. Bahkan pada 9 Maret saat kasus virus corona yng telah mencapai 546 dan mencatat 22 kematian, ia tetap mengatakan semua lini kehidupan tetap berjalan normal. Dan seiring kondisi tersebut  tidak ada yang perlu ditutup.

“Tidak ada yang akan ditutup, semua kehidupan dan perekonomian akan tetap berjalan. Saat ini ada 546 kasus yang dikonfirmasi dengan 22 kematian dari virus corona,” tulis Trump dalam cuitannya pada 9 Maret lalu. Pandangan Trump tentang virus corona mulai berubah sejak AS menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia, melampaui China dan Italia.

Data yang dirilis Worldometers mencatat sejak pertama kali dilaporkan pada 20 Januari lalu, saat ini AS memiliki 188.578 kasus dengan 4.055 kematian dan 7.251 pasien dinyatakan sembuh.

Setelah melihat banyaknya korban jiwa, Trump kemudian mengubah argumennya dengan meminta warga AS untuk menjaga jarak. Tindakan menjaga jarak diproyeksikan bisa menekan angka kematian sebanyak 2,2 juta jiwa.

“Jika kita tidak melakukan apa-apa, jika kita tetap hidup seperti seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Anda akan melihat orang-orang sekarat di pesawat terbang dan di lobi hotel. Anda akan melihat kematian di seluruh dunia,” ujar Trump