Virus Corona Menjadikan Staff Krematorim New York Keja Lembur

Petugas Krematorium New York memasukkan peti jenasah kedalam oven. Foto New York Time
Petugas Krematorium New York memasukkan peti jenasah kedalam oven. Foto New York Time

Washington,Sayangi.com- Krematorium di kota New York, Amerika Serikat (AS), memperpanjang jam kerja pegawainya. Di tengah pandemi virus Corona para pekerja dituntut bekerja hingga malam hari. Hal ini lantaran kota berjuluk Big Apple mayoritas warganya memilih untuk mengkremasi korban virus yang berasal dari Wuhan China.

New York menjadi negara bagian AS yang terdampak pandemi virus Corona. Puluhan ribu orang telah terinfeksi Virus Corona dan membunuh sekitar 1.400 orang. Akan tetapi, kota yang paling padat penduduknya di AS ini hanya memiliki empat krematorium: satu di Bronx dan di Brooklyn serta dua di Queens. Direktur di dua lokasi krematorium mengatakan beban kerja telah melonjak dari sekitar 10 mayat menjadi 15 atau lebih dalam sehari.

Seorang direktur krematorium mengaku bahwa dering telepon dikantornya lebih sibuk daripada dekade sebelumnya. Tidak ada yang bisa membayangkan ini terjadi,” kata J.P. Di Troia, presiden Fresh Pond Crematory di Queens. Troia  menyebut pandemi Vrius corona di antara peristiwa paling menghancurkan dalam 52 tahun bisnisnya.

Sementara itu menurut presiden pemakaman Rich Moylan krematorium Green-Wood Cemetery di Brooklyn mengambil antara 15 dan 20 mayat dalam sehari. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari biasanya. Moylan mengungkapkan selama  48 tahun hidupnya di Green-Wood kali ini  telah melihat begitu banyak kematian karena satu sebab.

“Perbandingan terdekat adalah 11 September,” katanya, merujuk pada serangan di New York pada 2001 lalu. Banyaknya mayat yang harus dikremasi kali ini membuat rumah-rumah pemakaman harus menunggu lebih lama. Ini membuat ruangan pendingin mereka penuh dengan mayat.

“Kulkas saya penuh,” kata Andrew Nimmo, manajer Bergen Funeral Service Inc, Kulkas kami yang dapat menyimpan sekitar 40 mayat. “Saya tidak bisa membawa mayat keluar (ke krematorium) segera,. Tumpukan mayat itu terus mengalir ke rumah sakit, imbuhnya .

Juru bicara OCME Aja Worthy-Davis kepada kantor berita Reuters melaporkan bangunan OCME dapat menyimpan sekitar 800 hingga 900 jenazah, tetapi truk telah membawa jenasah hingga 3.500 orang . Hanya saja jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus naik angkanya.

 

J