Anggota Senat AS Himbau Penyelidikan Atas Raibnya Jurnalis China

Donald Trump (kiri) dan Xi Jinping (kanan)/Foto: AP

Washington,Sayangi.com-COVID-19 yang menjadi pandemi global, pertama kali muncul di Wuhan akhir Desember lalu.Beberapa kebijakan sensor yang dijalankan China menjadi sorotan di tengah sejumlah tuduhan media lokal .Kritikan secara online telah menuduh pemerintah China sejak awal menutup-nutupi keseriusan wabah tersebut.

Namun pemberitaan virus Wuhan ini berdampak pada jurnalis hilang. Dilaporkan tiga jurnalis China yang berusaha mengungkap dampak virus corona di Wuhan berbuntur raib. Terkait raibnya awak media, anggota Kongres AS menyerukan Departemen Luar Negeri untuk mendesak China menyelidiki hilangnya tiga jurnalis China tersebut.

Dalam surat tertanggal Selasa (31/3), anggota Partai Republik Jim Banks meminta pemerintah AS untuk mencari tahu nasib Fang Bin, Chen Qiushi, dan Li Zehua. Menurut laporan media AS, mereka hilang setelah mengambil video dan menerbitkannya secara online, termasuk gambar rumah sakit dan mayat-mayat yang ditumpuk dalam minibus.

Banks menyebutkan  ketiga jurnalis  itu memahami risiko pribadi akibat laporan independen terkait virus corona di China, tapi mereka tetap melakukannya. alih alih Banks, menuduh pemerintah China “memenjarakan ketiga jurnalis itu.

Bank juga menuliskan otoritas China  melakukan hal yang lebih buruk lagi terhadap mereka. Saat dikonfirmasi awak media Kedutaan Besar China dan Departemen Luar Negeri AS tidak segera memberi tanggapan.