Kembangkan Obat Covid-19, Glaxo Gelontorkan US$250 Miliar

Bentuk Virus Corona. Foto Istimewa
Bentuk Virus Corona. Foto Istimewa

Washington,Sayangi.com- Raksasa farmasi Inggris akan menginvestasikan US$250 miliar di perusahaan asal Amerika Serikat, Vir Biotechnology Inc. Investasi raksasa farmasi Inggris ini untuk mengembangkan obat Covid-19.

Dilaporkan Glaxo dan Vir menandatangani kemitraan untuk mengembangkan antibodi yang dapat digunakan untuk mengobati atau mencegah Covid-19. Kedua perusahaan farmasi transnasional ini berencana untuk memindahkan dua kandidat antibodi langsung ke uji coba tahap menengah dalam tiga hingga lima bulan ke depan tergantung pada persetujuan regulator.

Chief Executive Officer Vir, George Scangos menyebutkan ‚ÄúSemakin jelas bahwa berbagai pendekatan terapi yang digunakan secara bersamaan atau berurutan akan diperlukan untuk menghentikan pandemi virus corona ini. “Mungkin wabah virus corona saat ini bukan menjadi yang terakhir,” lanjutnya.

Tak berhenti di Covid- 19 Glaxo dan Vir juga mengembangkan vaksin untuk perawatan dan vaksin untuk virus corona lainnya. Namun, penelitian ini masih butuh waktu lama sebelum terwujud. Kemitraan ini akan menjadi pertama kalinya kedua perusahaan beda negara ini secara resmi bekerja bersama. Bentuk kerja sama ini adalah investasi terbaru yang dibuat Glaxo dalam perang melawan pandemi virus corona.

Menurut salah satu sumber perusahaan, Glaxo juga membentuk kemitraan untuk penelitian vaksin dengan sebuah perusahaan Cina, Clover Biopharmaceuticals. Kerjasama tersebut telah dilakukan pada bulan Februari. Kerjasama dengan China ini juga melibatak indusrti parmacy AstraZeneca Plc dan pemerintah Inggris. Bentuk kerjasama ini dilakukan juga untuk mendirikan laboratorium guna mengeksplorasi cara-cara baru pengujian virus.

Glaxo mengatakan investasi ini dihargai sebesar US$37,73 per lembar saham. Pasca kerjasama nilai Saham Vir yang ditutup pada level US$29 per lembar pada Jumat (3/4/2020). Harga tersebut mengalami lonjakan sekitar 30 persen dalam perdagangan pre-market pada Senin pekan lalu.
sumber : Bloomberg