Diterjang Pendemi Corona Minggu Palem Vatikan Sepi Pengunjung

Paus Fransiskus,Pemimpin Gereja Katolik Dunia,WCC,Anglikan,Ortodok,Internasional
Paus Fransiskus,Pemimpin Gereja Katolik Dunia,WCC,Anglikan,Ortodok,Internasional

Rome, Sayangi.com- Pada Minggu Palem (5/4), dimulainya Pekan Suci, Paus Fransiskus menyapa umat beriman sedunia dari Basilika Santo Petrus yang kosong. Biasanya pada hari Minggu tanggal ini orang akan memusatkan perhatian pada Lapangan Santo Petrus saat Paus Fransiskus menyampaikan pesan Paskahnya. Namun kali ini ditengah pendemi Covis-19,Basilika Santo Petrus yang biasanya ramai dikunjungi peziarah umat Katolik nampak kosong.

Baik Roma amaupun Vatikan saat ini dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, kedua wilayah ini tampak kosong dan sepi. Hal ini lantaran peziarah umat katolik ketakutan akan perebakan Covid-19. Pada tahun yang normal seperti 2019, ribuan orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus sambil melambaikan daun palem dan mendengarkan Paus berbicara.

Pada Minggu Palem yang kosong ini Paus menyebutkan “Tragedi yang kita alami ini, menyadarkan kita untuk menganggap serius hal-hal yang serius, dan tidak terperangkap dalam hal-hal yang kurang penting. Untuk disadari bahwa kehidupan tidak ada gunanya jika tidak digunakan untuk membantu orang lain,” kata Paus.

Dilaporkan pada minggu Palem ini lalu lintas, alun-alun dan halaman di sekitar monumen (piazza) menjadi sepi dan tidak ada wisatawan. Ini adalah pekan suci di Roma tahun ini, yang tak pernah dibayangkan oleh siapa pun akibat pandemi virus corona. Kedatangan para peziarah seolah berhenti  di bangunan bersejarah Roma.

Kota yang memiliki air mancur Trevi dan Colosseum yang terkenal biasanya dipenuhi orang, saat ini menjadi kosong dan sepi. Walikota Roma, Virginia Raggi mengatakan, Roma sepi dan sedang menjalani aturan baru kehidupan sehari-hari untuk menghentikan penyebaran virus mematikan ini.

Tahun ini semua upacara Pekan Suci diselenggarakan di balik pintu tertutup di gereja Santo Petrus, kecuali upacara di sepanjang Jalan Salib, saat khidmat yang mengisahkan kematian Yesus di kayu salib Jumat malam di Lapangan Santo Petrus yang kosong.

Jalan Salib secara tradisional adalah arak-arakan menyalakan lilin yang diadakan di Colosseum kuno Roma dan dihadiri oleh puluhan ribu umat. Dalam pesan Urbi et Orbi yang arti sebenarnya adalah “kota dan dunia” minggu lalu, Paus Fransiskus mengatakan, “Kami menyadari bahwa kami berada di kapal yang sama, kita semua rapuh dan kehilangan arah, tetapi pada waktu yang sama, kita semua dipanggil untuk mendayung bersama, masing-masing menenangkan yang lain.

sumber: Radio Vatikan