Ditengah Pendemi Corona Negara Pasifik Diterjang Topan Harold

Badai Harold menghantam wilayah Salomon Lautan Pasifik. Foto RNZ
Badai Harold menghantam wilayah Salomon Lautan Pasifik. Foto RNZ

Port Vila,Sayangi.com- Ditengah pendemi Covid -19, badai topan Harold telah menghantam Vanuatu wilayah Salomon yang terletak di Samudra Pasifik Selatan. Topan tersebut dicatat sebagai peristiwa cuaca paling kuat sepanjang tahun ini.

Dilansir Anadolu Agency Rabu (9/4) direktur pengelola regional 350 Pasifik, Fenton Lutunatabua, menyebutkan Situasi yang sudah penuh tekanan ini, ditambah dengan serangan bencana alam yang parah, tidak diragukan lagi akan menciptakan ketidakadilan terhadap kelompok-kelompok yang sudah terpinggirkan dalam masyarakat kita. Lutunatabua mengatakan, negara-negara Pasifik yang sedang menghadapi pandemi virus corona saat ini juga harus bersiap dengan Topan Harold.

Topan tropis tersebut masuk ke dalam Kategori 5, yakni kategori tingkat tertinggi. Topan itu menghantam Vanuatu pada Senin kemarin dengan kecepatan angin sekitar 215 km/jam. Hingga berita ini diturunkan Topan ini telah menewaskan sedikitnya 27 orang.

Terkait bencana ini, pakar iklim independen di Vanutau, Christopher Bartlett mengatakan, topan itu adalah hasil dari kejahatan perubahan iklim yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan bahan bakar fosil, dan negara-negara yang mendukung mereka. Kepulaua Pasifik yang terletak di wilayah rawan bencana, kondisinya semakin buruk dan kerap terkena dampak paling parah.

“Kepulauan Pasifik terletak di wilayah dengan banyak bencana alam, yang menjadi semakin sering dan dengan dampak yang jauh lebih buruk sebagai akibat langsung dari peningkatan gas rumah kaca di atmosfer,” ujar Bartlett

Sementara itu, Koordinator Pacific Islands Climate Action Network, Genevieve Jiva mengatakan, krisis iklim yang terjadi di negara-negara Pasifik tidak terlepas dari sejumlah oknum yang ingin meraup keuntungan pribadi. Oleh karena itu perlu ada perubahan sistem yang tegas untuk menciptakan keadilan.