Pendemi Covid -19 Perburuk Kesenjangan dan Diskriminasi

Ketua Dewan HAM PBB Michelle Bachelet. Foto Washington Blade
Ketua Dewan HAM PBB Michelle Bachelet. Foto Washington Blade

Jenewa,Sayangi.com- Komisioner Tinggi PBB urusan HAM Michele Bachelet mengingatkan jika tidak segera ditangani maka pandemi virus corona akan memperluas ketidaksetaraan yang ada di seluruh dunia. Ekses dari pendemi corona akan menyebabkan kelompok miskin, difabel, tunawisma, minoritas, perempuan dan lansia menjadi kelompok yang paling berisiko.

Dalam pertemuan secara virtual,Bachelet juga mengkritisi pemerintah yang menurutnya menggunakan tindakan darurat kesehatan untuk membenarkan penindasan dan memperbesar kekuatan mereka.

Bachelet mengatakan hak-hak politik dan sipil terancam oleh pemerintah yang menyalahgunakan langkah-langkah darurat yang diambil untuk menanggapi krisis kesehatan publik saat ini. Ia menegaskan situasi darurat bukan alasan untuk mengabaikan pelaksanaan hak asasi.

“Saya sangat prihatin dengan diambilnya kebijakan darurat yang dilakukan sejumlah negara, yang tanpa batas dan tidak dimonitor. Dalam beberapa kasus, epidemi ini digunakan untuk menjustifikasi tindakan represif yang diambil guna menggantikan aturan yang biasa berlaku, yang akan terus diberlakukan jauh setelah kondisi darurat ini berakhir. Saya juga prihatin dengan langkah-langkah yang diambil untuk menerapkan pembatasan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi,” ujarnya.

Lebih jauh Bachelet mengatakan wartawan, petugas kesehatan, pejabat lokal dan warga biasa dihukum karena mengkritik pemerintah yang menangani virus corona secara buruk. Ditambahkannya, kritik bukan kejahatan. Ia menyerukan kepada semua negara untuk meningkatkan akses pada informasi yang akurat, dan mencatat bahwa dalam krisis kesehatan, transparansi dapat menyelamatkan nyawa.

Komisioner Tinggi PBB Urusan HAM juga menggarisbawahi keprihatinan mendalamnya pada meningkatnya kejahatan bernada kebencian atau hate crime. Tak hanya itu pendemi virus corona juga menyebabkan diskriminasi dan serangan terhadap orang-orang yang dinilai bersalah menyebabkan penyakit ini,tandas Bachelet.

sumber: voa