Inteligen AS Akan Buktikan Virus Covid-19 Buatan Tiongkok

Bentuk Virus Corona yang sering disebut Covid-19
Bentuk Virus Corona yang sering disebut Covid-19

Washington,Sayangi.com– Pendemi Virus Corona yang berasal dari Wuhan mendapat perhatian Badan nitelijen dan keamanan nasional AS. Kedua lembaga ini tengah mencari kemungkinan virus korona menyebar dari laboratorium di Tiongkok, bukan dari pasar seperti yang selama ini diduga.

Menurut berbagai sumber yang mengetahui masalah itu menilai masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan apa pun.Dilaporkan AS tidak percaya soal teori bahwa virus korona bukan buatan manusia.

Komunitas intelijen negara adidaya itu mengeksplorasi berbagai teori lain mengenai asal mula virus, seperti yang biasanya terjadi pada insiden pendemi tinggi. Seorang pejabat intelijen yang akrab dengan analisis pemerintah mengatakan, teori yang diselidiki AS adalah bahwa virus itu berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, Tiongkok.

Virus yang dkenal dengan Covid -19 menurut mereka bukan secara tidak sengaja muncul ke publik. Sampai saat ini, intelijen AS belum dapat membenarkan teori tersebut. Namun, mereka mencoba melihat apakah seseorang terinfeksi di laboratorium melalui kecelakaan atau penanganan material yang buruk dan mungkin kemudian telah menginfeksi orang lain.

Tetapi, beberapa pejabat intelijen pesimistis asal mula virus korona bisa diketahui. Ketua Gabungan Kepala Staf Mark Milley mengakui minggu ini intelijen AS mencurigai virus korona baru berasal dari laboratorium, meski belum dapat dibuktikan. “Saya hanya akan mengatakan, pada titik ini, itu tidak meyakinkan meskipun bukti tampaknya menunjukkan berasal dari alam. Tapi kami tidak tahu pasti,” ujar Mark.

Sekretaris Pertahanan Mark Esper, mengatakan, pemerintah mengamati dengan seksama masalah asal-usul virus, tetapi belum mencapai kesimpulan konkret. “Mayoritas pandangan sekarang adalah bahwa (virus) itu alami dan organik,” kata Esper. Dan Tiongkok berkali-kali menampik teori bahwa virus korona berasal dari laboratorium.

sumber: CNN News