Australia Minta Beijing Transparan Asal-Usul Covid-19

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne . Foto Sputnik Internasional
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne . Foto Sputnik Internasional

Canberra,Sayangi.com- Australia menuntut transparansi China dalam penyelidikan internasional mengenai asal-usul dan penyebaran Covid-19. Seruan untuk tinjauan global yang menyeluruh terhadap krisis itu didukung oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. Lebih dari 6.600 orang terinfeksi virus corona di Australia yang mengakibatkan 70 orang meninggal.

Pihak berwenang China berada di bawah tekanan terkait penanganan wabah virus corona. Presiden AS Donald Trump menyatakan, Sabtu (18/4) China harus menghadapi beberapa konsekuensi jika “dengan sadar bertanggung jawab” atas pandemi tersebut.

Beijing menolak kritikan tersebut sekaligus menegaskan telah bersikap terbuka mengenai penularan COVID-19. China telah mengambil sejumlah langkah bertanggung jawab untuk memperingatkan dunia terkait bahaya COVID-19. Virus itu diduga berasal dari pasar hewan di Wuhan.

Namun, Australia kini ikut menyerukan diadakannya penyelidikan independen tentang asal-usul COVID-19 dan bagaimana virus itu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Menteri Luar Negeri Marise Payne kepada Australian Broadcasting Corp menyampaikan tindakan China itu harus diselidiki secara menyeluruh.

“Kunci untuk memahami krisis ini adalah transparansi, tentu saja, transparansi China. Sikap transparansi dari negara-negara penting di seluruh dunia akan menjadi bagian dari tiap tinjauan yang dilakukan. Saya pikir adalah penting mengidentifikasi dan menentukan mekanisme peninjauan independen dalam mengevaluasi epidemi itu hingga menjadi pandemi,” ujar Payne.

Pemerintahan di Canberra berkeras mengatakan, tinjauan global apa pun tidak boleh dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu sendiri. Sejumlah pejabat Australia mengemukakan beberapa tanggapan WHO atas wabah virus corona tersebut “tidak membantu.”

Australia menentang saran WHO pada awal Februari 2020 yang melarang para pengunjung dari China daratan. Canberra kemudian menutup sejumlah perbatasan Australia dan memberlakukan aturan karantina wilayah (lockdown) yang ketat. Menteri Kesehatan Greg Hunt menilai Australia berhasil dalam tindakan melawan COVID-19 namun perjuangan masih jauh dari yang diharapkan.

sumber: ABC News