Ditengah Pemulihan Dari Covid-19, PM Johnson Berkoordinasi Dengan Trump

PM Inggris Boris Johnson menelpon Trump berkoordinasi soal Covid-19. Foto DW
PM Inggris Boris Johnson menelpon Trump berkoordinasi soal Covid-19. Foto DW

London,Sayangi.com-  Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah kembali bekerja pada Selasa (21/4). Johnson telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit karena terinfeksi virus corona (Covid-19).

Masa awal bekerja, Johnson menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Dalam kebijakan transnasional Inggris dikenal sebagai sekutu Amerika.  Dilaporkan koordinasi kedua pemimpin negara  ini untuk berbicara mengenai respons internasional atas wabah corona.

Juru bicara Down Street 10 mengatakan Johnson yang sempat dirawat beberapa hari di ICU, belum secara resmi melakukan kerja pemerintahan dan masih menjalani proses pemulihan.

Jubir Down Street juga  mengungkapkan bahwa Johnson akan berbicara dengan Ratu Elizabeth II . Pertemuan ini nantinya menjadi pertemuan pertama kalinya dalam tiga pekan terakhir seak pendemi corona.

Sementara itu juru bicara Gedung Putih mengatakan Johnson yang sempat dirawat beberapa hari di ICU, belum secara resmi melakukan kerja pemerintahan dan masih menjalani proses pemulihan.

Dalam kondisi tersebut, Menteri Luar Negeri Dominic Raab masih bertanggung jawab untuk sementara waktu. Raab akan menjawab berbagai pertanyaan dalam rapat semi virtual Majelis Rendah, Rabu hari ini.

Laporan menyebutkan Anggota Parlemen kembali bekerja pada Selasa setelah libur Paskah dan langsung menyetujui cara baru menggelar rapat dengan aturan social distancing. Dan rapat diperkirakan hanya akan dihadiri 50 anggota parlemen. Ketua Parlemen Lindsay Hoyle meminta anggota parlemen lain bergabung rapat menggunakan  aplikasi (Zoom) aplikasi video conference.

Hoyle mengatakan rapat menggunakan aplikasi Zoom merupakan momen bersejarah selama 700 tahun keberadaan parlemen. “Pada masa krisis, kita harus menemukan cara baru untuk tetap bekerja,” ujar Hoyle. Saat ini, Inggris jadi salah satu negara paling parah dihantam pandemi corona dengan mencatatkan 17.377 angka kematian.

sumber:AFP