Penanganan Kasus Ravio, Pengamat Hukum: Polisi Profesional

Chrisman Damanik (tengah)

Jakarta, Sayangi.com – Pegiat demokrasi Ravio Patra telah diperiksa penyidik Polda Metrojaya terkait dugaan ujaran kebencian dan provokasi melalui pesan whattsapp, setelah diperiksa kemudian Ravio dipulangkan dengan status saksi.

Pengamat hukum Chrisman Damanik melihat apa yang dilakukan pihak penyidik Polda Metro Jaya menunjukan profesionalitas dalam penanganan suatu perkara.

“Ini perlu diapresiasi karena aparat kepolisian tidak asal-asalan dalam menangani suatu perkara, tentu perlu penyelidikan dan penyidikan yang teliti dan sesuai dengan Mekanisme hukum, alat bukti dan pembuktian yang diamanahkan dalam KUHAP untuk menentukan status hukum seseorang tentu menjadi hal penting dan rambu-rambu yang jelas untuk pihak penyidik dalam menangani suatu perkara,” kata Chrisman di Jakarta, Jum’at (24/4/2020).

Chrisman menambahkan, langkah ini sesuatu yang sangat baik karena aparat hukum terlihat tidak abuse of power dan sesuka-suka, namun mengutamakan aturan main yang sesuai mekanisme hukum.

“Ini sesuai dengan konsep Promoter dari kepolisian, saya apresiasi.” katanya.

Dikatakannya, proses penyelidikan dan kemudian penyidikan perlu melalui proses yang teliti dan serius dengan pengkajian mendalam.

Terkait adanya dugaan provokasi dan semacamnya ini tentu perlu dikembangkan lebih dalam agar dapat ditemukan pelakunya, ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di negara ini,

“Jangan ada yang menyerukan provokasi-provokasi untuk menciptakan kegaduhan, aparat hukum penting untuk terus mengantisipasi dugaan-dugaan semacam ini,” tutup Chrisman.

Sebelumnya diberitakan, Ravio Patra ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya karena diduga mengirim pesan berantai bernada provokasi lewat akun WhatsApp-nya. Belakangan, muncul klarifikasi bahwa pesan berantai itu disebarkan oleh orang yang meretas WhatsApp Ravio. Hal itu dibuktikan dengan adanya permintaan pengiriman OTP (one time password) sebelum akun WhatsApp Ravio diambil alih orang tak dikenal.