WHO Dan Inggris Tegaskan Anak Muda Tidak Kebal Covid -19

Ilustrasi Vaksin Virus Corona (Covid-19). Foto Getty Image
Ilustrasi Vaksin Virus Corona (Covid-19). Foto Getty Image

London,Sayangi.com– Awal virus corona memawabah anak muda dipercayai akan bebas dari paparannya.  Namun Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus beberapa waktu lalu mengatakan, anak-anak muda tidak kebal terhadap virus Corona baru, Covid-19.

Ini adalah respon atas sikap masa bodo dan cuek anak-anak muda terhadap pandemi Covid-19. Virus ini dapat membuat Anda dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu, atau bahkan membunuh Anda. Orang di bawah 50 tahun merupakan proporsi yang signifikan dari pasien yang membutuhkan rawat inap,” ujar Tedros.

Amir Khan, seorang dokter di Layanan Kesehatan Nasional Inggris, NHS, mengatakan apa yang disampaikan oleh Tedros benar adanya. Dokter Khan mencotohkan seorang remaja yang sebelumnya sehat, tiba-tiba meninggal di Los Angeles setelah tertular virus.

Otoritas Inggris, melaporkan dua remaja warganya  meninggal setelah tertular Covid-19. Korban meninggal satu berusia 19 dan satu lainnya berusia 13 tahun. Keduanya meninggal tanpa masalah kesehatan mendasar yang diketahui.

Khan menuturkan, studi-studi tentang wabah sejauh ini menunjukkan delapan dari 10 pasien yang terserang virus Corona parah berusia lebih dari 65 tahun. Akan tetapi dua pasien lainnya memiliki usia yang lebih muda. Dan jika melipatgandakannya pada skala dunia, banyak anak muda yang bisa menjadi korban Covid-19.

“Orang-orang di bawah usia 50 memiliki sistem kekebalan yang lebih sehat daripada mereka yang lebih tua. Ini berarti tubuh mereka mudah mengenali agen asing, seperti Covid-19. Jika virus corona masuk , tubuh anak muda akan merespon cukup cepat setelah virus menembus sel mereka.

Tubuh anak muda akan segera mulai memproduksi antibodi untuk melawannya. Ketika sistem kekebalan mengenali dan bersiap untuk menyerang virus. Faktor-faktor genetik atau lingkungan yang tidak diketahui dan tidak berbahaya dapat menyebabkan sistem kekebalan menjadi terlalu lama.

Sel-sel radang yang disebut sitokin, yang membantu menghasilkan lingkungan yang tidak bersahabat untuk infeksi, memicu peristiwa berantai yang disebut “badai sitokin”. Ini merupakan reaksi berlebihan pada bagian dari sistem kekebalan tubuh, dan itu tidak umum.Ini berarti  sistem kekebalan tubuh tidak dapat mematikan serangan begitu sel telah menghasilkan pertahanan yang cukup terhadap virus, imbuh Khan

sumber: Al-Jazeera